Chapter 09: Yes! I am ready

85 11 1
                                        

(Sudut Pandang Abiradama)

25 Maret

Finally, I am arrived at School, yah sebenarnya tadi aku bangun terlambat tapi untung saja aku bergerak dengan cepat jadi aku tidak terlambat heheh, I am glad.

Di saat aku memasuki kelas, aku melihat teman teman ku sedang membahas sesuatu, hmm kayaknya seru nih, lebih baik aku ikut gabung.

"Hai, ada apa ini?" Tanya ku.

"Eh Bi, kamu sudah mendengar berita tadi pagi nggak?" Tanya Fiqar.

"Tidak memangnya kenapa?" Tanya ku lagi.

"Begini, tadi malam ada 2 wanita yang tewas di pusat kota atau lebih tepatnya di Jalan Vansburg" ujar Rahmy.

"Apa penyebabnya mereka berdua tewas?" Tanya ku.

"Yah mungkin saja begal, kan kita nggak tahu juga Bi!" Seru Febby.

"Ohh begitu ya, tapi...." ujar ku berhenti berbicara.

"Apaan Tapi Bi?" Tanya Verdy.

"Hmm tapi pembunuhan itu pasti vampir yang melakukannya!" Seru ku.

Mereka semua terkejut dengan apa yang aku ucapkan sehingga Anhar pun menentang ku.

"Bagaimana kau tahu kalau itu vampir Bi?" Tanya Anhar penuh amarah.

"Kan akhir akhir ini vampir selalu saja membunuh warga di kota Halves!" Seru ku menatap Anhar dengan serius.

"Dengar itu Anhar, kamu jangan sok tahu" ujar Fiqry.

"Iya iya aku tahu!" Seru Anhar menyesal dan pergi ke bangkunya.

"Oh iya Bi, kamu mau ikut kami nggak ke Butch Island?" Tanya Rahmy.

"Nda deh, aku orangnya nda terlalu suka pergi keluar, jadi aku minta maaf hehehe" ujar ku kemudian duduk di bangku ku.

"Hmm it's up to you!" Ujar Rahmy lagi. Cih, sok inggris juga wkwkwk biarkan lah, aku mah santai saja hehehe.

Suddenly, guru sejarah kami sudah memasuki kelas dan saatnya untuk belajar, yah aku suka juga sejarah tapi itu terkadang dan sekarang aku lagi malas belajar sejarah wkwkwkw mending English saja gampang aku pahami...

(Sudut Pandang David The Vampire)

"Bersiaplah untuk hari ini Jessica, Annie!" Seru ku.

Di pagi yang cerah ini kami bertiga sedang berada di dalam sebuah gua yang kami gunakan sebagai tempat latihan, yah biasanya team Attack yang selalu ke gua ini.

"Ketua! Apakah kita akan menggunakan Dark Power?" Tanya Jessica.

"Tentu saja, itu keinginan yang mulia, aku tidak bisa membantah, jadi gunakanlah Dark Power itu" ujar ku.

"Baikl Ketua!" Ujar Jessica.

Sebenarnya aku tidak ingin melakukan hal ini sekarang, aku ingin melakukannya di saat yang tepat, yang mulia terlalu cepat memutuskan hal ini, cihh aku terpaksa melakukan ini.

"It's time, ayo kite pergi!" Seru ku memerintah Jessica dan Annie.

"Baik ketua!" Ujar Jessica dan Annie bersamaan.

Kami pun meninggalkan gua yang kami tempati dan menuju ke pusat kota Halves, aku harus bisa memuaskan yang mulia, sebagai ketua team Attack aku harus melakukannya.

Akhirnya kami sampai juga di pusat kota Halves, kami bertiga langsung menempati sebuah gedung yang tinggi, ternyata kota ini memang luas.

"Akhirnya, kita telah sampai!" Ujar ku melihat ke bawah.

The Vampire HunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang