Chapter 04: Penjelasan

166 15 1
                                        

(Sudut Pandang Abiradama)

Sekitar pukul 21:00 malam atau 09:00 PM, kami semua terdiam dan ingin mendengarkan sebuah cerita tentang vampir yang sebenarnya, jujur sih, paman belum pernah mengatakan kepada ku tentang ini sebelumnya, dia malah sibuk dengan eksprimennya, dia hanya melatih ku saja untuk menjadi Vampire Hunter huh.

"Apa kalian siap untuk mendengarkan apa itu vampir yang sebenarnya?" Tanya paman Richard.

"Iya!" Seru kami semua semangat. Kemudian, dia menekan sebuah tombol lampu dan semua lampu mati, terus Rahmy dan Febby memeluk satu sama lain dan berteriak karena merasa takut. 1 Lilin yang ada di depan paman langsung menyala kemudian dia mulai bercerita, aku harap paman tidak memberitahu identitas ku sebagai Vampire Hunter, mungkin saja tidak.

"Vampir adalah mahluk abadi dan memiliki sifat yang tamak terhadap darah manusia sehingga vampir di kenal sangat pelit terhadap saudaranya karena vampir tidak ingin saudara lainnya mengambil sebuah darah yang segar, dengan darah itu, vampir bisa hidup dengan waktu yang sangat lama sehingga vampir itu juga bisa menjadi kuat dan menyamar sebagai manusia normal, jadi kita harus tetap waspada"

Lah, ternyata vampir pelit juga terhadap saudaranya, dan Vampir ternyata bisa menyamar juga, wah, aku harus berhati hati ketika bertemu orang asing, mungkin saja itu vampir. Kemudian Reza dengan yakinnya bertanya kepada paman Richard;

"Terus bagaimana cara kita mengetahui para vampir itu jika mereka menyamar jadi manusia?"

"Hmm kalau soal itu aku belum tahu juga, yang penting kalian harus membawa bawang dan taruh disaku kalian untuk jaga-jaga saja, aku yakin kalau ada orang yang mendekati mu dan dia tidak suka baunya sehingga lari dari mu, pasti itu vampir" ujar paman Richard.

"Tapi kan manusia normal tidak suka bau bawang juga!" Ujar Verdy.

"Hmmm iya juga ya, aduh, pokoknya jaga diri kalian saja deh, jangan sampai kalian lengah terhadap vampire"

Terima kasih paman atas sarannya. Jadi kami bisa juga jaga diri kami.

"Paman Richard, mengapa para vampir bisa membuat tubuh mereka menjadi besar?" Tanya Rahmy.

"Seperti yang ku katakan tadi bahwa Vampir bertambah kuat karena darah segar dari manusia, dan vampir membuat diri mereka besar ketika mereka merasa terancam" ujar paman Richard.

"Terus darimana para vampir mendapatkan darah segar itu?" Tanya Febby.

"Mwahahahaha, aku tidak akan mengatakannya karena kau pasti kaget hehehe!"

Hm! Aku bisa tebak kalau darah segar itu berasal dari wanita wkwkwkw, paman tidak mau mengatakannya karena nanti Febby dan Rahmy terkejut.

"Bi, apakah kau tahu dari mana vampir mendapatkan darah segar?" Tanya paman Kepada ku.

"Hm tentu dari manusia lah wkwkwkw" ujar ku sambil tertawa.

"Hmm iya sih tapi...." ujar Febby kemudian di potong oleh ku.

"Sudahlah Febby, yang penting sekarang kalian tidak ketemu sama vampir wkwkwkw" ujar ku untuk menyakinkan Febby.

"Iya Bi!" Ujar Febby. Aku tidak mau membuat Teman teman ku takut karena Vampir, sebagai Vampire Hunter aku harus bertanggung jawab untuk menyelamatkan semua warga dan teman ku. And Finally, Paman Richard langsung menyalakan semua listrik yang tadi di matikan wkwkwk, dan brownies habis di makan oleh Reza dan Anhar, bangsat nih mereka.

"Baiklah, aku pergi dulu ya, aku tidak akan bercerita lagi soalnya nanti kalian takut hehehe!" Ujar paman Richard kemudian meninggalkan kami. Kemudian Abi langsung menghampiri paman Richard.

The Vampire HunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang