Author pov
Jarum pendek jam sudah berada diangka 2. Itu berarti sudah 1 jam Louis mencoba untuk tidur, namun hasil nihil.
Louis terus saja memikirkan hubungannya yang kian hari semakin dekat dengan Eleanor.
Apakah Eleanor gadis yang tepat untuknya?
Louis sendiri bingung, disatu sisi ia takut kalau ia hanya membuat Eleanor sakit hati nantinya, mengetahui kenyataan kalau Louis memang belum sepenuhnya move on dari Danielle.
***
"Louissss!! ayo bangun, nanti telat lohh" teriak mom Johannah sambil terus mengetuk pintu kamar Louis.
"Iya, ma, ini mau mandi," jawab Louis berbohong.
Matanya terasa berat, karena hanya tidur sekitar 5 atau mungkin 6 jam saja.
Louis berkali-kali mengerjapkan matanya. Ia berjalan gontai menuju kamar mandi.
Selesai mandi, seperti biasa, ia segera menghampiri keluarganya yang sedang menikmati breakfast.
Lottie terlonjak saat melihat mata Louis yang terlihat sangat mengantuk.
"Kenapa lo?" tanya Louis bingung.
"Harusnya gue yang nanya, lo kenapa? mata lo tuh, sayu banget," ujar Lottie, kemudian kembali menikmati segelas susu yang sudah tersedia.
Louis meneguk secangkir teh,"Ya, gitu dehh. Kemarin gue gak bisa tidur" jawab Louis enteng.
Mom Johannah memandang putranya sekilas,"Pasti kamu ada masalah ya? cerita dong ke mama. Kamu udah jarang loh cerita ke mama."
"Gak kok, ma, Louis gak ada masalah, cuman kemarin emang kepikiran sesuatu aja kok,"sahut Louis meyakinkan mamanya.
Mom Johannah mengangguk,"Kalo ada masalah cerita ke mama ya,"ujarnya lembut.
Louis hanya mengangguk,"Yaudah, Louis berangkat dulu deh. Takut telat, nih,"kata Louis, kemudian mengambil kunci mobilnya.
"Hati-hati ya, Louis," pesan mom Johannah disusul dengan senyumannya.
Sesampainya dikampus, Louis segera melesat kedalam kelas. Ia bertemu dengan sahabatnya, Zayn.
"Kemarin pergi sama adek gue? kemana?" tanya Zayn miris.
Louis menautkan alisnya,"Gue kemarin ngerjain tugas kali. Ketemu Eleanor aja enggak, gimana mau pergi," jawab Louis tertawa
Zayn malahan semakin bingung saat mendengar jawaban dari mulut Louis langsung.
"Loh? jadi adek gue pergi sama siapa dong?" tanya Zayn pada Louis, lebih tepatnya bergumam sendiri.
Louis mengangkat bahunya enteng,"Enggak tau deh. Emang kemaren lo gak nanya ke Elenya langsung? atau dia cerita kalo dia pergi sama gue?"
Zayn menggelengkan kepalanya,"Enggak sih, Ele gak ada cerita apa-apa. Dia pulangnya malem kemarin, jadi gue gak sempet nanya apa-apa, dan dia juga langsung tidur."
Louis hanya diam menganggapi Zayn. Lalu, mengeluarkan buku pelajarannya, karena dosen yang mereka tunggu-tunggu sudah masuk ke dalam kelas.
Kelas yang tadinya ramai menjadi sepi. Pelajaran dimulai.
Namun Louis tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya kembali terpusat pada Eleanor.
***
Zayn memang menyayangi Eleanor. Bahkan rasa sayangnya melebihi sekedar rasa sayang kakak kepada adiknya, bahkan Zayn mencintai Eleanor. Sangat mencintai Eleanor.

ESTÁS LEYENDO
Obsessed
FanfictionAku bahkan tidak tahu kau akan menjadi sangat berarti bagiku. Ini semua diluar dugaanku.