Dengan membaca terbukalah mata, dengan membaca kita bisa melihat dunia. Langit menyadari hal ini, maka dari itulah, ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca. Hampir semua pengetahuan yang ia baca dengan cepat ia hafal. Dari apa yang ia baca Langit mulai mengerti bagaimana keadaan dunia luar. Ia bahkan ingin melihat bagaimana bentuknya laut. Di buku-buku yang pernah ia baca ada yang mengatakan tentang air yang sangat banyak yang mana rasanya asin. Dia sangat penasaran bagaimana rasa air laut. Dari kejauhan, Langit memang bisa melihat gunung, tapi ia sama sekali tak pernah ke sana. Dia dilarang oleh bibinya untuk terbang terlalu jauh. Hasilnya Langit hanya terbang mengitari desa, ia tak berani untuk terbang lebih jauh lagi misalnya sampai ke gunung atau lebih jauh lagi ingin mengetahui laut.
Terbang baginya cukup mudah. Otot-otot di punggungnya seakan-akan bergerak secara reflek mengirimkan sinyal-sinyal perintah dari otaknya. Otot-otot itu menggerakkan sayap yang ada di punggungnya. Ia bisa berlama-lama terbang di udara, bahkan ketika di atas awan, Langit terbang cukup lama sebelum kemudian turun lagi ke bumi. Dari atas sebenarnya ia bisa melihat banyak pemandangan. Di sebelah barat tempat desanya ada sebuah hutan yang sangat lebat. Di sana ia bisa melihat air terjun dari kejauhan. Kemudian lebih jauh lagi ke barat ada sebuah gunung. Ia sangat penasaran ingin ke sana. Namun ia tak berani. Perintah Sarah adalah segalanya baginya, mau tak mau ia harus menuruti Sarah. Di sebelah timur, Langit melihat sebuah padang rumput yang cukup luas, seolah-olah tak bertepi. Di sebelah utara ada sebuah jalan yang panjang diapit oleh pepohonan di kanan dan kirinya. Jalanan itu menuju ke sebuah tatanan kota yang padat. Dari kejauhan, Langit bisa melihat sebuah tenda-tenda yang didirikan dengan lampu menyala warna-warni ketika malam. Ia penasaran tempat apa itu. Sedangkan di sebelah selatan juga ada jalanan yang diapit pepohonan. Hanya saja di sebelah selatan tak ada lagi yang bisa dilihat karena semuanya serba hijau, tertutup oleh hutan. Seberapa luaskah hutan itu? Langit tak pernah mencoba untuk mencari tahu. Dari ketinggian yang cukup tinggi hingga Langit kehabisan nafas, ia melihat semuanya. Kota-kota, pedesaan, hutan dan beberapa tempat dengan lubang di tanah. Sepertinya tempat tersebut pernah dijatuhi bom. Dan jauh di utara ada sebuah genangan air yang sangat luas. Langit menebak itu pasti laut. Laut ada di utara. Tak salah lagi, itu memang laut. Dan di sebelah selatan, dia juga melihat genangan itu. Ternyata laut ada di utara dan selatan. Pertanyaannya, mampukah ia untuk terbang menuju ke sana? Beranikah dia?
Untuk terbang sejauh itu ia butuh fisik yang prima. Terbang sampai batas ketinggian tertentu saja ia sangat kelelahan bagaimana bila ingin terbang sejauh itu? Pasti membutuhkan stamina yang lebih dan lebih.
Memang ketika bibinya tidak tahu, Langit melatih fisiknya. Ia berlari, ia push up, ia sit up. Staminanya dilatih agar ia menjadi kuat. Ia juga berendam cukup lama di sungai. Semuanya untuk melatih ketahanan fisiknya. Terkadang Sarah bertanya kenapa bajunya sampai basah. Sengaja Langit tak memberitahu kenapa dia begitu keras berlatih fisik. Langit ingin ketika nanti Sarah mengijinkannya pergi, maka ia akan menjadi lelaki yang kuat.
Bulan sabit terlihat dari ufuk timur. Sore hari mulai menjelang. Saat itu matahari pun sudah mulai codong ke barat meninggalkan jejak berwarna jingga di langit. Sarah hari itu tak keluar rumah, hal itu membuat Langit terkadang cemas ketika bibinya sama sekali tak keluar rumah. Apakah sakit? Atau bagaimana? Yang jelas selama ini Sarah berharap dirinya tidak sakit, sebab kalau dia sakit siapa yang akan menjaga dan merawat Langit? Bapaknya saja tak bisa diharapkan. Sedangkan Langit berharap bahwa Sarah tidak sakit karena ia tak bisa mencari makan sendiri untuk sekarang ini.
Sarah hari itu langsung tidur. Dia capek. Menjadi buruh tani bukanlah pekerjaan yang mudah. Harus bangun pagi sekali kemudian sore baru pulang. Itu pun terkadang tanpa istirahat makan. Kalau pun ada makanan maka makanannya pun ala kadarnya. Semua uang yang diperolehnya hari itu ia berikan untuk merawat Langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]
FantasyCerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu me...
![Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77738865-64-k134574.jpg)