Apabila seseorang telah menikmati apa yang menjadi kesenangannya maka hal itu membuat seseorang lupa segalanya. Sudah enam bulan lamanya Langit berada di reruntuhan kota Bandung. Dan selama itu pula ia bersenang-senang melakukan banyak hal. Hal itu bisa dimaklumi, karena Langit masih kecil. Di dunianya bermain adalah salah satu kebutuhan, namun selain itu pula ia mencoba berbagai hal dan Langit merakit beberapa alat.
Sejak seminggu berada di kota tersebut, ia tahu bahwa tidak mungkin mengandalkan makanan kaleng, atau buah-buahan yang ada di hutan. Yang harus ia lakukan adalah menanam sendiri tanaman pangan untuk ia makan. Dari sinilah ia bereksperimen. Menanam jagung, menanam sayuran, menanam apapun yang bisa ditanam. Langit sendirian melakukannya. Sebagai seorang anak petani, ia benar-benar mengambil semua pelajaran yang pernah diajarkan oleh bibinya tentang bercocok tanam. Beruntunglah di kota ini ia bisa mendapatkan banyak peralatan pertanian. Cangkul, sabit dan berbagai peralatan pertanian dapat dengan mudah ia dapatkan karena tinggal mengambil di toko-toko peralatan yang terbengkalai.
Ada sebuah ritual yang dilakukan oleh Langit ketika mengambil alat-alat yang ia butuhkan. Dia berdiri sejenak. Bicara dengan dirinya sendiri. Ia memunculkan perasaan bersalahnya karena mengambil barang tanpa ijin, tapi kemudian dia memantabkan hati akan mengembalikan alat-alat itu ke tempat asalnya. Sebenarnya barang-barang itu memang sudah ditinggalkan, jadi ia tak perlu ambil pusing mengembalikannya. Tapi Langit masih polos. Ia masih merasa bersalah dengan mengambil alat-alat itu tanpa ijin dari pemiliknya. Sibuk berdiri selama beberapa menit agaknya membuat ia bosan. Dia pun segera mengambil peralatan itu kemudian keluar dari toko tersebut.
Untuk bercocok tanam, maka dibutuhkan bibit. Di mana bisa mendapatkan bibit tanaman? Hal ini membuat pusing Langit. Akhirnya ia menjelajah hutan. Buah-buahan yang ia dapatkan ia kumpulkan di ranselnya, setelah itu bijinya ia kumpulkan untuk ditanam. Tak hanya itu ia mencoba mencari-cari benih-beni yang kira-kira bisa digunakannya.
Langit mencoba mencari-cari di daerah pinggiran kota yang ternyata terdapat rumah-rumah kaca yang terbengkalai. Di sini ada rumah kaca yang sudah tertutupi oleh tanaman rambat. Kalau saja kacanya tidak menyilaukan matanya, mungkin seumur hidup tidak akan ketemu.
Dengan perlahan Langit mendarat di depan rumah kaca yang tertutup tanaman rambat tersebut. Dia dengan sedikit susah payah menyingkirkan tanaman-tanaman itu. Di dalam rumah kaca itu ternyata tidak banyak tanaman yang ada di sana. Hanya beberapa tanaman yang tumbuh dengan kondisi yang cukup mengenaskan serta beberapa pot yang berisi tanaman-tanaman yang sangat asing baginya. Selain itu tanaman liar lainnya juga ada di dalam rumah kaca ini.
Bocah ini bertanya-tanya apa yang akan ia temukan di tempat ini. Jelas orang-orang lari dari tempat ini setelah bom itu dijatuhkan. Mereka takut akan terkena radiasinya. Tapi tanaman-tanaman ini tumbuh subur di tempat ini. Apakah tanaman-tanaman ini juga terkontaminasi? Bisa jadi. Bentuk tanaman-tanaman ini aneh, mungkinkah mereka bermutasi?
Langit makin masuk ke dalam dan mendapati sebuah pintu yang terbuat dari besi. Alisnya terangkat. Ia penasaran, memangnya ada apa di sana?
Dengan rasa penasaran itulah akhirnya Langit membukanya. Gagan pintu diputar, pintu pun terbuka. Ia cukup terkejut karena pintu itu tidak dikunci. Dia berjingkat masuk ke dalam ruangan berpintu besi tersebut. Sempat bertanya-tanya apakah ada cahaya di dalam ruangan itu, dia mencari-cari saklar. Langit agak ragu kalau ruangan ini ada sumber energi listrik, namun ketika ia mendapati saklar di tembok ia pun menekannya. Lampu pun tiba-tiba menyala.
"Whoaa!" Langit terkejut. Baru kali ini ia melihat lampu seterang ini.
Ternyata ruangan tempat dia berada benar-benar tertutup. Dinding-dindingnya tebal. Ada sebuah cerobong udara di atas, juga sebuah jendela kaca yang tertutup dengan debu. Namun yang membuat Langit bergembira adalah sebuah rak-rak yang berisi toples-toples. Di dalam toples-toples tersebut terdapat beberapa benih, bijih-bijihan yang bisa ditanam lagi. Dia melompat-lompat karena gembira. Segera saja ia mengambil beberapa toples. Semua ilmu pertanian ia dapatkan dari bibinya, semoga saja dengan usahanya ia bisa menanam kembali tanaman-tanaman itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]
FantasyCerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu me...
![Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77738865-64-k134574.jpg)