Para prajurit berada di parit-parit. Mereka membawa senapan-senapan yang sudah terkokang siap untuk ditembakkan. Beberapa di antara mereka membawa pistol, belati dan bahkan senjata seadanya. Ada yang sedikit berbeda pada diri mereka, seorang wanita dengan baju tentara sedang berada di tengah kelompok prajurit tersebut. Mereka menghindar dari peluru yang berterbangan menembaki mereka. Di antara parit itu tanah dan debu berterbangan seperti pengganti hujan yang sudah tak kunjung datang selama dua pekan di kota Jakarta.
Jakarta menjadi sebuah kota yang mencekam, jauh dari sebuah realita bahwa ibu kota negara Indonesia itu sekarang sedang terlibat perang saudara. Ketika perang besar telah memecah kubu, memecah persatuan, yang satu terhasut oleh teori-teori konspirasi, yang satu terhasut oleh kepedulian sosial. Mereka melupakan bagaimana negara ini dulu berkembang menjadi negara yang disegani. Bahkan ketika falsafah negara mereka sudah tidak lagi dihiraukan satu per satu propinsi memisahkan diri dan mendeklarasikan negara mereka. Satu per satu pulau di Indonesia direbut, dikuasai dan dijajah. Perang berentetan datang dari utara, dari timur, dari barat, hingga kemudian merangsek merambat seperti tanaman benalu menghantam pulau Jawa.
Semua orang ikut berperang, lelaki, perempuan, anak-anak maupun orang dewasa. Semuanya berusaha menduduki, semuanya berusaha selamat dari peperangan ini. Sarah berada di garis depan bersama anggota pasukan mercenary yang disewa oleh pasukan TNI yang masih tersisa. Tujuan mereka hanya satu yaitu menguasai Jakarta, menaklukkan benteng-benteng pertahanan dan mengibarkan bendera merah putih di sana sebagai simbol bahwa Jakarta telah dikuasai. Namun agaknya, perjalanan menuju ke istana negara tidak mudah, mereka dihadang ratusan meriam, senjata mesin dan mereka harus berhadapan dengan tank-tank buatan Rusia yang tidak henti-hentinya membombardir apapun yang ada di hadapan mereka.
Garis pertahanan yang dijaga oleh pasukan-pasukan pemberontak telah memaksa rakyat untuk melawan balik. Mereka menginginkan Indonesia kembali lagi merdeka. Tujuan TNI jelas sekali untuk merebut kota yang menjadi ibu kota negara ini, sekali pun kini negara Indonesia sudah tidak utuh lagi.
Namun sebagai seorang yang punya rasa nasionalis yang tinggi, mereka masih punya sesuatu yang membuat tubuh mereka masih hidup, yaitu harapan.
"Dengar semua!" ucap seorang berpangkat letnan yang saat itu berada di posisi paling depan. "Kita hanya punya satu arah untuk menyerang. Ke sana!" Letnan tersebut menunjuk ke sebuah gedung.
"Let, mereka terus menembaki kita. Tak mungkin kita langsung menerobos begitu saja," protes salah seorang prajurit.
"Prajurit! Memangnya kamu punya ide yang lebih baik daripada punyaku? Sekarang ini kita tak butuh ide, satu-satunya jalan adalah kita perang habis-habisan merebut istana negara. Cuma dengan itulah musuh bisa menyerah," terang sang letnan.
"Persoalannya adalah harus ada orang yang bisa dijadikan umpan agar mengecoh musuh agar tidak menembaki kita," ujar salah satu prajurit.
"Aku bisa melakukannya," Sarah tiba-tiba saja menyahut.
"Sarah! Kau sudah gila?" sela salah satu prajurit.
"Tak perlu khawatir Ren, aku bisa. Kakiku lebih cepat larinya daripada peluru-peluru mereka, aku bahkan bisa membukakan jalan bagi kalian," jawab Sarah.
"Kau gila, kau bisa tewas! Aku tak akan mengijinkanmu. Letnan, jangan dengarkan dia!" protes prajurit tersebut. Namanya adalah Rendi, satu-satunya orang yang dekat dengan Sarah. Sarah mengikutinya karena mereka punya mimpi di perang ini. Mimpi untuk bisa membebaskan negeri ini dari peperangan. Tak ada cara lain selain menyelamatkan negara ini, mengambil kembali hak-hak yang telah hilang.
"Aku tak mau berdebat denganmu Ren, kita sudah berjanji akan mengakhiri perang ini bagaimana pun caranya," protes Sarah balik. "Letnan, saya bisa melakukannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]
FantasyCerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu me...
![Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77738865-64-k134574.jpg)