Dalam sebuah perjalanan mencari jatidiri terkadang seseorang akan menghadapi banyak halang rintangan. Langit telah membuktikannya. Pengalamannya selama hampir dua tahun sendirian di kota yang sudah mati membuat dia menyadari bahwa manusia tidak akan bisa hidup terkecuali dengan bantuan manusia yang lain. Walaupun orang-orang yang ada di komunitas Seraphim ini tak mau disebut sebagai manusia biasa, mereka ingin disebut sebagai Seraphim.
Hari itu Langit dipersilakan tinggal di rumah Jundi. Sendi lengannya bergeser namun sudah disembuhkan oleh seorang dokter yang ada di kampung ini. Sebenarnya Langit tak mau menyebutnya dokter karena orang itu sama sekali tak pernah belajar tentang ilmu kedokteran secara formal. Ia hanya belajar dari buku dan coba-coba. Keahliannya sebagai seorang dokter tak bisa dianggap ahli. Bahkan Langit lebih menyebutnya sebagai dukun, namun dia hanya menyimpannya dalam hati tak mengatakannya secara langsung.
"Kau bisa tinggal di tempatku kalau kau mau," ucap Jundi.
"Kenapa? Aku padahal sudah menyakitimu," tanya Langit heran.
"Luka seperti ini tak masalah buatku. Lihatlah lenganku sudah bisa digerakkan sekali pun masih sedikit sakit. Untuk beberapa hari aku tak bisa mengangkat sesuatu yang berat-berat. Kamu bisa menolongku bukan?"
Langit menelan ludah. Dia tahu bahwa ia sangat bersalah. Kalau misalnya ia tak menolong Jundi maka perasaan bersalahnya akan terus ada. Dia hanya mengangguk dengan bisu.
"Bawaanmu banyak sekali," ujar Jundi bertanya-tanya. "Masuklah ke rumahku!"
Langit mengikuti Jundi. Rumah Jundi tidak terlalu besar namun dari luar terlihat rumah yang sederhana itu nyaman. Seluruh dindingnya terbuat dari kayu yang tebal. Atapnya terbuat dari asbes yang dipaku dengan rangka kayu. Tebakan Langit tak ada listrik di kampung Seraphim ini. Beberapa orang mengumpulkan kayu bakar di depan rumah mereka serta mengumpulkan buah-buahan. Langit melihat beberapa Seraphim membawa karung yang berisi buah-buahan dan makanan lainnya. Yang jelas untuk mencari daging di padang yang gersang ini sulit. Langit heran kenapa para Seraphim ini tidak mencoba pergi ke selatan. Padahal di selatan tanahnya subur.
"Kenapa kalian tidak pergi ke selatan padahal di selatan tanahnya subur?" tanya Langit penasaran. Mereka berdua sudah masuk ke dalam rumah. Untuk sementara Langit mengejap-ngejapkan matanya untuk beradaptasi dengan ruangan yang kurang cahaya.
"Ada banyak faktor kenapa kami tidak pergi ke selatan," jawab Jundi. Dia duduk di sebuah dipan yang diatasnya diberi alas tikar.
"Apa?" Langit penasaran.
"Pertama, kami adalah jiwa petarung. Kami harus mendapatkan keadilan terhadap apa yang telah dilakukan manusia-manusia itu kepada kami. Kedua, di daerah selatan banyak terdapat radiasi radioaktif. Itu sangat berbahaya, makanya kami tak pernah ke sana. Ketiga, kami punya harapan untuk bisa merebut kota Absolut," jelas Jundi.
"Kota Absolut? Maksudmu Singapura?"
"Sekarang kami menyebutnya kota Absolut. Sebab pemimpinnya memimpin dengan Demokrasi Absolut. Mereka sangat bengis kepada Seraphim bahkan beberapa saudara kita masih ditawan oleh mereka. Sebagian tubuh kami dijadikan objek penelitian oleh orang-orang itu," sambung Jundi. "Aku tak tahu apa yang mereka inginkan dari sel-sel di tubuh kami tapi sepertinya mereka ada orang-orang yang menginginkan mengeksplorasi apa yang terjadi dengan tubuh kita. Kau tahu bahwa kita semua lahir dari manusia biasa? Yah, walaupun beberapa Seraphim menikah kemudian punya anak dengan sayap di punggung mereka, tapi sejatinya sebagian besar dari kami lahir dari rahim manusia. Kamu juga bukan?"
Langit mengangguk. Dia kini bisa melihat dengan jelas bagian dalam rumah Jundi. Hanya ada satu dipan. Ada tempat tidur jaring di seberangnya. Beberapa pigura foto dipajang di dinding, serta sebuah meja kecil yang di atasnya ada beberapa toples berisi makanan kecil. Ada rak-rak kecil yang dibuat untuk menyimpan peralatan. Di sudut ruangan ada lemari baju dengan cermin di pintunya. Di tengah ruangan, Langit melihat sebuah tungku kecil dengan perapian yang terhubung dengan sebuah cerobong di tengah ruangan agar asapnya keluar dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]
FantasyCerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu me...
![Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77738865-64-k134574.jpg)