Dengan berbekal keberanian Langit terbang menuju ke arah barat. Kecepatan terbangnya sepertinya bertambah, hanya dengan merasakan hembusan angin ia bisa mengetahuinya. Kecepatan terbangnya melebihi 200 km/jam. Dari bawah, Langit hanya terlihat seperti seekor burung yang terbang tinggi. Dia melintasi awan, menembus awan dan berkelakar di sana. Menghirup aroma sejuk uap air yang melayang di ketinggian 20.000 kaki itu. Dia terus terbang ke barat hingga menemukan batasan lautan di sana. Dia telah sampai di pulau Jawa sebelah barat. Langit memutuskan untuk berputar-putar sejenak. Ternyata ada lautan kalau ia terus terbang ke arah barat. Bagaimana kalau ia terbang ke utara?
Kemudian Langit mengubah haluannya. Kini dia terbang ke utara. Setelah beberapa menit terbang ke utara itulah ia melihat reruntuhan kota lainnya. Dia menyadari kalau kota yang ada di bawah sana lebih parah kehancurannya. Ada dua lubang bekas jatuhnya bom di kota ini. Semuanya terlihat jelas dari atas. Langit bisa mengerti kalau misalnya di bawah sana juga tak ada penghuninya. Di bawah sana adalah bekas ibu kota negara Indonesia, yaitu Jakarta. Sebuah bangunan yang menjadi simbol kota ini pun terlihat sudah patah, yaitu tugu Monas. Langit melintas di atasnya, namun ia tak mendarat di kota ini. Ia ingin terus terbang ke utara, melintasi lautan. Ia ingin tahu apa saja yang ada di sana.
Setelah beberapa saat terbang. Dari atas ia bisa melihat sesuatu yang lain. Lautan kering. Bahkan apa yang dia lihat bukan saja kering. Di sebelah utara benar-benar menjadi sebuah daratan yang sangat gersang. Langit melihat lautan di bagian bumi sebelah utara mengering. Pasti ada sebabnya kenapa seperti itu. Ketika Langit hendak terbang lebih jauh ke utara, barulah ia mengetahui apa penyebabnya. Sebagian bumi bagian utara hancur. Sebuah lubang besar menganga tampak terlihat dari bumi bagian utara. Langit makin cepat lagi terbang ke utara untuk mengetahui lebih jauh apa yang sedang terjadi. Ia terbang dengan kecepatan yang luar biasa bahkan seperti orang kesetanan hingga ia susah untuk bernafas. Paru-parunya terasa sesak karena perasaan ingin tahu yang meledak-ledak.
Dia tak tahu sekarang berada di langit sebelah mana. Melihat semua daratan isinya sama, pasir berwarna kuning membentang tak bertepi. Bumi mengalami kekeringan yang luar biasa di bagian utara. Bahkan kota-kota tertimbun pasir. Ada apa sebenarnya? Apa yang menyebabkan semua ini? Ketika ia berputar-putar di udara, kembali ia melihat ke arah selatan. Bumi bagian selatan masih berwarna hijau dengan lautan di sana, tapi di utara semuanya kering kerontang. Langit pun kemudian mendaratkan kakinya di atas sebuah tebing yang tinggi. Bumi sudah berubah. Peta dunia sudah berubah. Peperangankah yang menyebabkan ini semua? Ia harus tahu semua itu.
Dari sini sudah jelas, peta dunia sudah berubah. Benua ini sudah berubah. Di atas negara Indonesia ada daratan berupa padang pasir yang sangat luas. Langit menatap padang pasir itu sambil berpikir apakah dia bisa bertahan kalau terbang melintas di atas sana?
Namun yang lebih penasaran lagi adalah jauh di sebelah utara ada asap mengepul. Asap apa itu? Gunung? Sepertinya bukan. Lebih seperti beberapa cerobong asap yang kemudian terkumpul menjadi satu sehingga tampak seperti asap yang sangat besar membubung tinggi. Jaraknya sejauh mata memandang seperti berada di ujung horizon. Langit memeriksa perbekalannya, dia mengambil setangkai anggur. Dipetiknya beberapa kemudian dia memakannya. Dia sudah bertekad untuk terus terbang ke utara, semoga ia mendapatkan jawaban dari hal ini.
Dia memampatkan kakinya, lalu tubuhnya sedikit merendah, setelah itu dengan hentakan yang kuat ia sudah terbang tinggi di udara. Sayapnya terus mengepak menambahkan kecepatan terbangnya. Sekali kepakan sayapnya kecepatan terbangnya bisa bertambah. Langit sampai harus memakai penutup mulut dan hidung agar pernafasannya tak terganggu.
Matahari sangat terik. Tak ada awan untuk berteduh. Dari atas terasa panas, dari bawah juga terasa panas. Angin kering dan panas padang pasir ini sedikit menyiksanya. Beruntung saja Langit menyadari bahwa debu-debu padang pasir ini bisa masuk ke paru-parunya kalau ia tidak menutupi hidungnya dengan penutup. Setelah beberapa lamanya terbang, dia mulai melihat apa yang sebenarnya ada di horizon tadi. Ternyata kepulan asap tersebut dari cerobong-cerobong tinggi. Sebuah kota dengan bentuk yang cukup modern mulai terlihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]
FantasyCerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu me...
![Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77738865-64-k134574.jpg)