Setiap hari adalah belajar. Itulah yang ingin Langit lakukan. Dan ia pun benar-benar melakukannya. Setiap hari yang dilakukannya adalah riset dan penelitian. Sebab segala teori sudah dia hafal. Bagaimana tidak, ia sangat terbantu dengan ingatan fotografis yang dimilikinya. Ibaratnya sekarang ini ia seperti buku yang berjalan. Langit sekarang ini punya kelas khusus, sekalipun dalam beberapa perkuliahan ia tetap bersama teman-temannya satu angkatan, tapi kebanyakan ia bersama dengan dosen-dosen pilihan.
Sudah satu semester Langit belajar, bahkan nilai ujiannya pun sangat memuaskan. Dalam satu semester Langit sudah bisa membuktikan bahwa ia bukan anak biasa. Ia super jenius. Dalam tes IQ yang dilakukan oleh kampus ini, dia mempunyai IQ tertinggi dari mahasiswa lainnya. Kemampuannya menghafal seluruh objek yang dilihat, dibaca, dan didengarnya telah mengantarkan dirinya menjadi mahasiswa yang masuk ke dalam kelas akselerasi. Di kelas akselerasi mata kuliah yang diberikan sedikit teori dan lebih banyak ke praktek dan aplikasi.
Para mahasiswa tinggal di asrama-asrama yang disediakan oleh pihak kampus. Karena jumlah mahasiswa terbatas, maka tidak ada yang namanya kekurangan tempat. Beruntunglah Langit mendapatkan kamar yang cukup nyaman untuknya. Walaupun sebenarnya ia masih kangen untuk bisa tidur di sebuah apartemen mewah seperti yang pernah ia lakukan di kota Bandung. Di dalam kamarnya ia sendirian. Memang setiap mahasiswa tinggal sendiri di kamarnya masing-masing. Kamar itu ukurannya kecil, namun isinya cukup lengkap. Seperti tempat tidur dengan kasur yang cukup empuk, meja untuk belajar serta rak untuk menaruh buku-buku bacaan. Sayangnya rak itu kosong dan dialih fungsikan untuk menaruh kertas-kertas catatan yang ia kumpulkan setiap membuat atau mendapatkan hal-hal baru. Kamarnya ini bercat putih, tak ada warna-warni di dalamnya. Sebuah lemari pakaian berukuran tak begitu besar ada di sudut ruangan bersebelahan dengan jendela. Jendela dengan bentuk geser itu ada tirai yang sekarang sedang terbuka sehingga cahaya matahari bisa masuk darinya.
Langit berada di kantin pada suatu malam. Kantin di kampus ini buka dari pagi hingga malam, hal ini membuat para mahasiswa yang ada di kampus cukup terbantu ketika sedang mencari makanan pada malam hari. Tak ada hiburan berupa televisi yang menyiarkan acara-acara yang menghibur seperti musik-musik atau pun opera sabun. Siaran televisi hanya berisi tentang berita dan informasi tentang dunia, itu pun hanya beroperasi pada jam tertentu saja. Radio juga adalah salah satu alat komunikasi yang masih bertahan di era setelah perang besar. Acara-acara yang ada di radio pun hanya berisi tentang berita dan informasi tertentu. Memang sesekali ada pemutaran musik pada jam-jam tertentu, siarannya juga tidak terlalu lama karena energi yang dimiliki juga terbatas. Setidaknya di Akademi Sains listrik bukanlah sesuatu yang susah karena di seluruh dinding gedungnya terdapat solar panel yang menyerap energi matahari untuk digunakan sebagai pembangkit listrik. Tak cuma itu agak sedikit jauh dari kampus ini juga ada sebuah lapangan yang hanya berisi ribuan solar panel berukuran besar. Bahkan dengannya satu kota tak akan khawatir kekurangan pasokan listrik.
Malam hari di kantin tak banyak mahasiswa yang hadir. Mereka kebanyakan membeli makanan untuk dimakan di kamar mereka masing-masing, sebagian lain makan bersama di kantin. Keberadaan seorang Seraphim di kampus tentunya sangat spesial. Meskipun begitu, tak ada perlakuan khusus bagi Langit. Dia tetap belajar, mengikuti aturan kampus, serta mengerjakan tugas apapun dari perkuliahan.
Di mejanya ada sebuah nampan yang berisi sepiring sayuran yang terdiri dari brokoli, wortel dan kacang-kacangan. Di piring yang ada di sebelahnya ada sepiring nasi, serta daging cincang. Mungkin kalau masalah sayuran, Langit tak perlu bertanya karena ia tahu ada sebuah kebun di dekat rumah sakit. Di sana orang-orang ada yang bercocok tanam. Bahkan pertaniannya sangat modern dengan berbagai alat yang pastinya hasil dari ciptaan orang-orang dari Akademi Sains. Permasalahannya adalah daging cincang ini. Awalnya Langit tak sudi memakan daging cincang ini karena ia tak tahu dari mana asal daging ini. Apakah ini dari daging bangkai? Daging manusia? Daging tikus? Semua nama-nama binatang yang menjijikkan tiba-tiba bisa hinggap di pikirannya. Namun ia mencoba tenang dan berusaha menyelidiki dengan kemampuannya untuk menganalisa sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]
FantasyCerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu me...
![Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77738865-64-k134574.jpg)