12 | Menyusup

2.5K 167 4
                                        


Bekerja dan membangun, itu yang ingin dilakukan oleh Langit terlebih dahulu. Setelah seminggu tinggal di pulau Epsilon, dia banyak sekali bekerja di sana dengan bantuan Jundi dan Lukman. Mereka bertiga bahu membahu membawa pipa-pipa besar ke komunitas Seraphim. Yang dilakukan oleh mereka tentu saja untuk mengalirkan air dari sumber mata air ke kampung mereka. Jaraknya cukup jauh yaitu 2 mil. Selama berhari-hari mereka memasang pipa-pipa bekas yang mangkrak di pabrik tersebut. Kemudian yang terakhir, Langit dengan kedua temannya memasang pompa air agar air tersebut bisa dialirkan ke kampung.

Raphael hanya mengamati kerja mereka dari jauh. Ia tak ingin mengganggu pekerjaan ketiga orang yang kini sudah kompak seperti sahabat itu. Bishop baru datang tiga hari yang lalu menceritakan apa yang ia temukan.

Kedatangan Bishop tidak terlalu mencolok saat itu. Dia telah melihat semuanya. Sekarang ada keraguan yang timbul di hati manusia bersayap gagak ini. Selama tiga hari ia menghabiskan waktu mengitari pulau Jawa lalu memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kota-kota yang runtuh, hancur, serta tanah berwarna merah kehitaman akibat dari radiasi yang terjadi selama bertahun-tahun. Apa yang membuat Bishop terkejut adalah radiasinya benar-benar tidak ada. Ia mencoba untuk bertahan hidup selama tiga hari di sana. Dia mendapati hewan-hewan lainnya juga bisa hidup di tempat tersebut seolah-olah tak ada apa-apa di sana.

Lalu bagaimana dengan manusia-manusianya? Kemana mereka semua? Bishop tak habis pikir. Kalau misalnya radiasi radioaktif itu sudah tidak ada lagi kenapa mereka tak kembali ke kota mereka? Atau jangan-jangan tak ada yang tahu mengenai hal itu.

Bishop pun akhirnya menyimpulkan bahwa bocah kecil bersayap itu tidak bohong. Anak kecil itu tidak berdusta, itu artinya Bishop bisa saja sekarang meyakinkan semua orang bahwa daerah selatan aman. Hanya saja hal itu tidak akan mudah, karena sekarang ini Raphael yang sedang memegang kekuasaan. Urusan seperti ini terkadang membuat Bishop serba salah, terlebih dia orang kepercayaan Raphael sekarang ini. Dia mau melawan Raphael? Nanti dulu. Raphael punya sesuatu yang membuat ia tak bisa melawannya. Bahkan kalau toh Bishop bisa mengalahkan Raphael ia tetap tak akan bisa membunuhnya. Padahal ia tahu Raphael dengan kekuatannya bisa saja membunuhnya. Bishop memutuskan untuk berbohong. Dia tahu bahwa apa yang dikatakan Langit memang benar. Di bagian selatan Seraphim bisa hidup dengan tenang tanpa gangguan siapapun. Terlebih manusia-manusia itu tidak ada yang tinggal di sana.

Malam hari di saat orang-orang beristirahat, Bishop datang. Sayapnya tampak lusuh. Raphael tak terkejut dengan kehadirannya karena ia telah melihat kedatangan Bishop lebih awal. Bishop menundukkan wajahnya. Ia tak mampu untuk menatap langsung wajah Raphael.

"Bagaimana?" tanya Raphael.

"Sepertinya anak itu punya kemampuan tahan terhadap radiasi radioaktif," jawab Bishop.

Raphael menipiskan bibirnya. Dia menghirup nafas panjang menatap lelaki besar di hadapannya dengan penuh keraguan. Jemari tangannya terus bergerak mengetuk-ketuk lengannya. Raphael menghampiri Bishop kemudian mencengkeram lehernya. Bishop memejamkan mata tahu bahwa hal ini akan terjadi.

"Kau bohong! Aku tahu bagaimana kau berbohong. Aku tak suka kau permainkan. Kau tahu itu. Sudah lama kita bersama jadi aku tahu kau bohong atau tidak," suara Raphael menggema membuat tubuh Bishop gemetar.

"Ada alasan khusus kenapa aku tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi," kata Bishop.

"Aku sudah tahu. Anak itu tidak berdusta. Dia berkata jujur, aku tahu juga apa yang ingin kau sampaikan. Aku tak suka akan hal ini," Raphael menghempaskan Bishop. Lelaki besar itu pun menjaga keseimbangan tubuhnya dengan kakinya agar tak jatuh.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Bishop.

"Aku akan memikirkannya," jawab Raphael.

Tak ada perkataan lagi. Bishop tak bisa berbohong. Baginya ini adalah kesalahan dengan menantang Raphael. Ia masih teringat bagaimana Raphael berkata kepadanya beberapa waktu lalu, "Hidupmu ada di tanganku. Kau tak bisa mengelak dariku."

Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang