39 | Perlawanan Terakhir

2.8K 183 10
                                        


Jundi dan Bishop sekarang berhadapan. Keduanya terbang berputar-putar dengan posisi siap menyerang. Sebenarnya sudah lama sekali Jundi ingin menguji kemampuannya kepada Bishop. Mereka tak pernah bertarung sebelumnya, walaupun begitu Jundi sebenarnya gentar menghadapi Bishop yang mempunyai kekuatan yang tidak biasa. Jundi sadar diri bahwa kemampuan bertempurnya tidak seperti Bishop, namun semenjak ia mengenal Langit semuanya berubah. Dia merasa selama ini ia hanya membatasi dirinya. Sebenarnya untuk bisa menjadi seseorang yang kuat maka harus ditempa latihan dan kerja keras. Maka dari itulah Jundi mempersiapkan seluruh latihan sebelum hari pertempuran seperti ini. Tiap hari ia berlatih keras hingga mungkin sampai ia benar-benar dalam keadaan yang sangat tidak bisa dibayangkan.

"Aku sejak dari dulu menghormatimu Bishop, tapi kau telah salah memilih jalan," kata Jundi.

"Jalan yang aku pilih bukan urusanmu. Ini adalah apa yang aku yakini kebenarannya," ujar Bishop.

"Sebelum kita bertarung, aku ingin bertanya kepadamu," ucap Jundi.

"Apa itu?"

"Kenapa kau mau melakukan apa saja demi Raphael padahal kau tahu dia salah?"

Bishop menimang-nimang apakah harus menjawabnya atau tidak. Tapi ia pun punya inisiatif untuk menjawabnya. Sebab untuk mengetahui rahasia ini maka dia harus mau tak mau untuk menghabisi orang yang mendengarkannya. Tapi Bishop yakin bisa membunuh Jundi. Maka dari itu ia tak akan mengambil pusing harus berbagi rahasia dengan Jundi.

"Karena aku berhutang nyawa kepadanya," jawab Bishop dengan suara lantang.

"Berhutang nyawa?"

"Ya, boleh dibilang begitu," ucap Bishop. Dia kemudian mulai menceritakan bagaimana Raphael mempunyai arti bagi hidupnya. "Saat itu aku dan Raphael adalah dua Seraphim yang disekap bersama di kota Absolut. Kami bersama-sama menjadi bahan penelitian para ilmuwan. Ada seorang ilmuwan gila yang memberikanku berbagai macam suntikan. Entah apa yang ia lakukan. Sampai kemudian hampir setiap hari ia mengambil darahku serta menyakitiku."

Bishop kemudian melepas baju atasnya. Jundi bisa melihat berbagai luka yang ada di dada dan perutnya. Luka-luka itu terlihat begitu menyakitkan, seperti sebuah bekas sayatan yang membujur. Jundi memang tahu bagaimana para ilmuwan gila itu memperlakukan para Seraphim, tapi ia tak pernah tahu kalau apa yang dilakukan oleh mereka begitu keji kepada Bishop. Semenjak Langit ditangkap oleh mereka memang ada perubahan yang drastis terjadi kepada para ilmuwan. Mereka tidak lagi memperlakukan para Seraphim sebagai bahan penelitian. Terutama setelah Profesor James berdialog dengan Langit. Sepertinya Langit melakukan sesuatu kepadanya. Hipnotiskah? Tidak. Kemampuan Langit bukan hipnotis walaupun sampai sekarang Jundi belum tahu.

"Kami selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun berada di laboratorium. Kami diperlakukan seperti kelinci percobaan. Kami tak dibiarkan menghirup udara bebas. Kami tak pernah melihat bagaimana dunia luar. Saat-saat seperti itulah aku kemudian mengenal Raphael. Kami kemudian berteman di dalam penjara itu sekali pun tubuh kami tidak pernah bersentuhan tapi kami saling berbagi rasa. Kau mungkin tak pernah merasakan bagaimana rasanya hidup di dalam box berukuran 2x2 meter. Makanan yang kami terima serta ampas yang kami buang berada di dalam satu tempat. Bagaimana kau bisa tahan hidup seperti itu?

"Hingga suatu ketika Raphael mengajakku untuk melarikan diri. Sebenarnya saat itu aku sudah tak punya nafsu untuk melarikan diri dari tempat itu. Berada di dalam penjara itu membuat pikiranmu untuk bertahan hidup sirna. Kau tak bisa mengeluarkan kekuatanmu walau sekuat apapun dirimu. Aku butuh awan untuk bisa mendatangkan hujan dan badai. Aku butuh awan untuk mengeluarkan petir. Sebagaimana kau juga butuh pasir untuk mengeluarkan kekuatanmu. Tapi Raphael tidak. Kedua sayapnya terbuat dari besi yang mana bulu-bulunya sangat tajam. Dia bisa menebas box tempat dia ditahan, sebenarnya juga hal itu sejak lama bisa saja dia lakukan tapi ia tak melakukannya karena ia butuh orang yang bisa ia ajak kerjasama.

Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang