Pagi itu terjadi sidang. Langit tak datang, sebab datang atau tidak ia tak akan mengubah hasil dari sidang itu. Dewan telah memutuskan bahwa Maggie bersalah dan dia harus dikeluarkan dari Akademi. Robinson hanya melongo melihat bagaimana keputusan yang harus diterima oleh sahabatnya itu. Dia berada di aula bersama para mahasiswa lainnya. Saat itu Maggie berada di tengah di kursi pesakitan untuk mendengarkan keputusan itu. Ruangan tempat sidang itu merupakan sebuah aula. Di sini biasanya setiap ada permasalahan yang harus diketahui oleh umum dan seluruh kampus digelar. Sidang-sidang tentang pelanggaran atau pun ada aturan-aturan baru yang harus ditaati oleh seluruh mahasiswa. Di barisan mahasiswa Robinson menoleh kiri dan kanan untuk mencari keberadaan sahabatnya, Langit. Dia tak bisa mencari sahabatnya itu meskipun sudah keras berusaha. Robinson mendengus keras, ia sedikit kesal karena tak melihat Langit. Padahal hampir semua mahasiswa ada di tempat itu.
"Margareth, dewan telah memutuskan bahwa engkau tidak akan lagi diijinkan untuk mengikuti perkuliahan lagi di Akademi ini," ucap Ysak. "Memanipulasi laporan kesehatan itu adalah salah satu kejahatan dan kami tak akan bisa membiarkan ini. Sebab kalau dalam hal ini saja engkau melakukan pembohongan, maka bukan tidak mungkin lagi suatu saat nanti kau juga melakukan pembohongan di bidang lainnya kalau sudah menjadi ilmuwan nantinya. Maka dari itu dengan berat hati, kamu tidak akan lagi menjadi mahasiswa di Akademi ini terhitung mulai dari sekarang. "
"Baik, saya menerima," ucap Maggie.
"Tunggu dulu!" seru Robinson sambil mengacungkan tangan.
Ysak melihat ke arah pemuda itu.
"Ya, ada apa Robinson?" tanya Ysak.
"Maaf Sir, tapi bukankah Maggie hanya melakukan satu kesalahan? Lalu kenapa harus dikeluarkan? Dia orang yang baik, dia bahkan tak pernah mencontek dalam ujian atau pun berbuat curang dalam ujian apapun. Dia orang yang paling rajin dan mendapatkan nilai yang baik dalam setiap ujian. Anda bisa lihat bagaimana recordnya," protes Robinson. "Apakah tidak ada toleransi terhadapnya?"
Ysak menghela nafas panjang, "Robinson, keputusan dewan sudah bulat. Ini bukan keputusanku saja, tapi semua dewan telah bersepakat terhadap hal ini."
"Sir, dia hanya ingin membanggakan negaranya dengan berada di sini. Dia punya impian untuk negaranya, kenapa hanya persoalan sepele seperti ini kalian menjadi sok paling bersih?" protes Robinson. "Dunia sudah lama berada dalam perang, bukankah sekarang ini kita harus saling membangun, saling menolong antar sesama. Kesalahan Maggie cuma satu, ia hanya ingin bisa belajar di tempat ini."
"Tapi dia melakukan cara yang tidak benar!" jawab Ysak. "Dia memang bisa belajar di tempat ini, tapi dia menghalangi orang-orang lain yang punya hak untuk bisa belajar di tempat ini. Dia telah menyingkirkan kandidat yang punya tujuan mulia juga sama seperti dia untuk bisa belajar di tempat ini. Bahkan kita telah sepakat bahwa apa yang dilakukannya sangat memalukan. Memalukan dirinya dan juga memalukan negerinya."
"Sir, apa tidak bisa dia dimaafkan? Dia sedang sakit! Anda tahu itu!" sambung Robinson tanpa kenal menyerah membela Maggie.
"Kita tahu dan karena itulah dia akan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Akademi membuat kesalahan karena tidak segera mengetahui kebohongan dia, maka sebagai kompensasi itu dia akan dirawat di rumah sakit atas rekomendasi dari Akademi Sains," ucap Ysak.
"Rob, tak perlu membelaku. Aku sudah mengakui kesalahanku," kata Maggie.
"Ta-tapi...," Robinson belum puas.
"Rob, sudahlah!" Maggie mencegah Robinson untuk melanjutkan aksinya.
Robinson hanya mendengus kesal. Ysak kemudian menoleh kiri dan kanan. "Ada yang ingin protes lagi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]
FantasiaCerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu me...
![Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/77738865-64-k134574.jpg)