Dua | 2/4

25 0 0
                                    

" Iya, Kemarin sore ayahmu sendiri yang memerintahkan kasus ini ditutup. Secara resmi diputuskan ini bukan pembunuhan, tapi hanya kasus bunuh diri." Inspektur Ronald mencoba menjelaskan.

Han semakin bingung dan tak mengerti. Kejutan apa lagi yang ingin dibuat ayahnya. Bagaimana ingin mengungkap, kalau kasusnya sudah ditutup. Tiga hari pasca kejadian. Darah sudah mengering. Banyak bukti yang hilang. Dan sekarang kasus Tuan Tama dianggap sebagai bunuh diri. Ada yang janggal.

Inspektur meletakkan secangkir kopi di depan Han.

" Tapi, ayahmu menyuruhku untuk memberikan ini padamu." Inspektur mengambil sesuatu berbungkus plastik bening.

" Ini kan brosur ? Kenapa banyak bercak darah ?" Han terkejut sambil terus mengamati brosur itu.

" Brosur itu ditemukan tergenggam ditangan kiri Tuan Tama saat olah TKP. Dugaan sementara, brosur itu sengaja di genggam oleh Tuan Tama sebagai sebuah petunjuk atas kasus ini" jelas Inspektur.

" Kalau brosur ini dianggap sebagai petunjuk. Ini pasti kasus pembunuhan yang direkayasa seolah Tuan Tama bunuh diri. Karena tak mungkin orang yang ingin bunuh diri memberikan petunjuk semacam itu !" Han sedikit menganalisa sambil membolak-bali brosur.

" Kami juga menduga seperti itu. Namun, tak cukup kuat analisis dan bukti yang ada untuk membuktikan hal itu."

"Apa ada hal lain yang dititipkan ayah untukku, Inspektur ?"

" Tidak ada !. Hanya itu saja. Tampaknya ayahmu ingin memecahkan petunjuk di brosur itu. Nak"

Brosur itu tak ada yang aneh. Hanya sebuah brosur launching produk PT Prastama yang banyak bercak darah. Tentu saja, bekas darah Tuan Tama sudah mengering. Menutupi beberapa gambar produk. Pola darah yang mengering juga menyerupai genggaman tangan yang erat. Namun, bukan itu yang ada di pikiran Han saat ini. Sepertinya, bukan ayahnya yang menghubungi Inspektur Ronald dan menyuruh menutup kasus ini. Pasti ada orang lain dibalik semua ini. Dia menyamar menjadi Mr Salim dan melakukan rekayasa ini.

"Inspektur, apakah orang yang menghubungi anda dan menyuruh menutup kasus ini adalah seorang perempuan ?"

" Hah ? Bagaimana kamu tahu ?" Inspektur Ronald terkejut.

"Saya hanya menduga bukan ayah yang menutup kasus ini. Tapi, ada seseorang dibalik semua ini. Kemungkinan besar perempuan itu menyamar sebagai sekretaris pribadi". Han menjelaskan praduganya.

" Benar, perempuan itu menelepon kepolisian sebagai sekretaris pribadi Mr Salim. Tapi, Kenapa kau sangat yakin perempuan itu bukan orang suruhan ayahmu ?

ENCODEWhere stories live. Discover now