Why ?

642 116 20
                                    

aku pun bosan dengan acara tv yang itu-itu saja. kuputuskan untuk keluar rumah, aku berjalan-jalan dia area perumahan. biasanya aku ditemani dengan Baymax, tapi dia tadi mengekor mereka beli es krim. aku berjalan sambil melihat-lihat toko di pinggir jalan, siapa tahu ada yang menarik untuk dibeli. tiba-tiba hpku berdering tanda pesan masuk. 

from :  Yi Seul 

hei coba kau lihat kebelakang :) 

aku terkejut dengan nama yang mengirimkan pesan, Yi Seul ? belum sempat aku membalas, dari belakang seseorang menutup kedua mataku dengan tangannya. 

" Yi Seul ? "

dia terkekeh.

" hei kau Yi Seul kan ? " aku tersenyum membayangkan kalau ini benar Yi Seul.

akhirnya dia melepaskan kedua tangannya, aku pun segera menengok ke belakang. dia memang Yi Seul, yang sedang tersenyum manis kepadaku. kami pun saling bertukar senyum. 

" kau ? tinggal disini ?  beberapa hari lalu kau tiba-tiba menemuiku di taman. "

" tidak, ibuku membuka toko disekitar sini. dan kemarin aku hanya sedang berjalan-jalan. "

" oh ya ? kalau boleh tahu toko apa ? "

" es krim. " dia menunjuk satu-satunya toko es krim di dekat sini. 

pandanganku mengikuti jari telunjuknya.

" kau mau kesana ? aku yang traktir. "Yi Seul tersenyum, dan menarik tangannku. aku mau tak mau mengikutinya. 

namun, langkahku terhenti di teras luar toko es krim. sungguh aku tidak percaya melihat ini. 

" kau kenapa berhenti ? " Yi Seul keheranan, dengan sikapku yang tiba-tiba diam. 

" aku ingin pulang saja, maaf. " aku melepaskan tangan Yi Seul, dan berlalu pergi.

aku tidak ingin pulang, kuputuskan menaiki bus. entah kemana, asal jangan pulang. hp aku matikan. aku tidak ingin  ada yang mengganggu. selama perjalanan, aku menatap kosong keluar jendela. setelah sekian lama, akhirnya aku sampai di area street food. aku berjalan  sambil melihat-lihat. beberapa kali, aku melewati warung tenda penjual ddeokbokki. melihat ddeokbokki sangat mengingatkanku pada daddy, sempat terlintas di benakku ingin mencoba soju. tapi aku urungkan karena pastinya aku akan dimarahi habis-habisan oleh mereka. 

setelah berjalan kesana - kemari, aku berhenti di salah satu kedai sushi. cukup ramai disini, aku pun memilih bangku yang kosong. tempat ini sangat cocok bagi yang datang sendiri. tidak ada menu hanya mengambil piring kecil yang  terdapat aneka jenis sushi yang  berjalan mengitari setiap meja pengunjung. sistem pembayarannya dengan berapa banyak piring yang sudah aku ambil, karena di setiap piring sudah terdapat barcodenya. sampai saat ini aku sudah mengambil 5 piring dari 2 jenis sushi. 

" kau sendirian saja bocah ? " entah darimana datangnya makhluk ini, tiba-tiba dengan seenaknya duduk di sebelahku. 

" memangnya tidak boleh ? " jawabku acuh sambil terus melihat piring yang mengitari meja.

" cih , kau traktir aku ya ? " dia tersenyum kepadaku.

aku hanya mengangkat bahu.

" terserah kau saja ahjussi. " aku pun kembali mengambil piring yang berisi sake nigiri sushi.

sedangkan ahjussi Sehun dengan semangat mulai memilih sushi. 

" kau kenapa tau aku disini ? " aku bertanya tanpa menoleh padanya.

" aku tidak tahu kau disini bocah, wajahmu saja yang pasaran. "Sehun terkekeh. 

" aishh. " aku hendak menjitak kepalanya, tapi dia lebih dulu menghindar. 

we love you jenoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang