' arghh, pusing sekali kepalaku ', sinar mentari pagi yang masuk melalui jendela kamar, memaksaku untuk membuka mata. ' ah silaunya ', kulihat sekeliling ruangan. ini bukan kamarku, tapi kamar mommy dan daddy. apakah semalam aku tidur dengan mereka ? hmm, kurasa tidak. karena daddy keluar rumah semalam entah pagi ini dia sudah pulang atau belum.
kupaksakan diri untuk bangun, kemudian duduk dipinggir kasur. kepalaku sangat sakit sekali, kujambak rambutku dengan kasar, siapa tahu rasa sakit ini hilang. setelah menyiksa diri cukup lama aku pun menyerah, ternyata membuat kepalaku tambah sakit. aku bangkit untuk berkaca di depan cermin, mataku sangat sembap akibat menangis semalam. dengan perban di dahiku, apakah ini sobek ? aku mengusap pelan perban di dahi, ah ternyata masih sangat sakit. hidungku pun sudah bersih dari darah, bahkan aku sudah berganti pakaian.
sejak aku bangun tadi, mommy sudah tidak ada disampingku. ah aku baru ingat, dia ada schedule hari ini, habis itu baru mengambil hasil test DNA di rumah sakit.
" ah oppa kau sudah bangun ? lekas mandi dan sarapan, aku tidak mau terlambat ke sekolah. " ucap Jinri dari balik pintu.
" kenapa harus menungguku ? aku ingin naik bis saja. "
" tidak boleh oppa, mommy tidak mengizinkanmu. tadi dia menitip pesan padaku. "
" bilang saja kau ingin ditemani. " aku tersenyum sinis.
Jinri hanya mendesis kesal. aku pun tertawa.
" kau sebaiknya cepat kompres matamu itu, hahaha seperti kodok. pasti habis diputuskan oleh pacar, Jeno oppa payah ! " katanya sambil menjulurkan lidahnya padaku. lalu langsung berlari pergi sebelum aku menjitaknya.
--------------------------------------
" dokter bagaimana ini ? "
" tenang nyonya ini tidak terlalu parah, dahinya sobek dan harus dijahit, 5 jahitan. tolong kau ambil peralatan ku di mobil. " dokter itu menyuruh asistennya.
aku dibawa ke kamar mommy oleh paman Tae dibantu dengan dokter. di kamar aku hanya ditemani oleh mommy. dokter pun langsung menjahit luka di dahiku,
" tahan ya, ini hanya sebentar. " kata dokter sambil membersihkan lukaku.
aku mengangguk perlahan, sambil menutup mata. mommy terus menggemgam tanganku.
ketika jarum sudah menusuk kulitku, aku hanya menahan sakit. sesekali aku meringis kesakitan, ' argh ! ini sangat sakit '. setelah dokter selesai menjahit, aku belum berani membuka mata hingga dokter menutup bekas jahitan dengan perban. aku sedikit berkeringat, ini pertama kalinya aku terluka hingga harus dijahit.
mommy, berbincang sebentar dengan dokter di ruang tamu, lalu tidak lama kemudian aku dengar suara mesin mobil dinyalakan, ' mungkin dokter itu akan pergi ' pikirku. benar saja, mommy langsung masuk ke kamar dan duduk disampingku. aku melihat wajah lelahnya, matanya pun sembab sama sepertiku. mommy perlahan mengusap kepalaku dengan sayang,
" apakah daddy akan pulang mom ? "
mommy hanya tersenyum, lalu berkata,
" pasti sayang, mana mungkin dia menelantarkan istri dan anaknya. kau tidurlah, besok harus sekolah. arraso ? "
" nee. " aku langsung menutup mataku, ternyata menangis itu cukup menguras tenaga juga.
" sepertinya aku akan tetap naik bis, kau pergilah dengan paman Tae. " kataku, tanpa menoleh pada Jinri.
" ish ! kau ini ! terserah kau saja oppa ! "
Jinri berlalu pergi begitu saja. aku memang sedang malas naik mobil, disaat pikiranku sedang tidak karuan aku lebih suka naik bis meskipun itu memakan waktu. Baymax seperti biasa setia menemaniku berjalan hingga halte bis dan tidak lupa bibi Yun selalu ikut serta. tidak perlu menunggu waktu lama bis pun tiba, dan untungnya Baymax tidak ikut masuk kedalam bis, kurasa dia sudah paham.

KAMU SEDANG MEMBACA
we love you jeno
Fanfiction" ketika kenangan buruk itu hadir, tersenyumlah meskipun itu menyakitkan dan tertawalah diatas rasa sakit itu. jadi laki-laki itu harus kuat Jeno, sekuat apapun badai menerjang, sesakit apapun rasa itu, dan ketika kau sudah bisa mengatasi semua, kau...