SEVEN

6.2K 837 57
                                        

“Ini- ponselmu”

Wanita berambut hitam itu langsung meraih benda petak itu, dan tersenyum girang.

“Terima kasih. Kufikir handphone ini tidak akan kembali lagi padaku”

Pria yang ada dihadapannya itu hanya mengangguk.

“Hei. Kau kenapa? Mengapa mengalihkan pandangan seperti itu?”
Jungkook menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

“Kau tidak perlu tahu” Ucapnya dingin.

Wanita yang dihadapannya itu tersenyum lagi. senyuman itu bisa ditangkap oleh ekor mata Jungkook.

Sialan.

Kenapa detak jantungnya menjadi tidak karuan seperti ini?

Ponsel sialan.

Jika dirinya tidak melihat-lihat isi ponsel Yeri. Ia tidak akan menjadi seperti ini.

Wanita yang ada dihadapannya itu mengangkat bahu.

“Yasudah. Aku tahu. Aku tahu. Kau tidak senang jika aku berkunjung keapartementmu lagi bukan? Yasudah. Aku akan pulang”

Tidak. Jangan pulang.

Ingin rasanya Jungkook mengucapkan kata-kata itu. tetapi otaknya melarang keras.

Terlalu memalukan bagi seorang Jeon Jungkook untuk menahan wanita agar tetap disisinya.

Yeri lalu melangkah pergi. Meninggalkan Jungkook yang terdiam membodoh.

“Tu-tunggu”

Wanita itu menghentikan langkahnya.

“Apa?” Tubuhnya langsung berbalik.
Melihat pandangan Yeri yang tepat mengenai mata Jungkook membuat pria itu menunduk.

Jantung sialan. Berhenti berdetak cepat seperti ini!

“Tidak apa-apa”

“Ha-?”

“Sudahlah. Kau pulang saja” Ucap Jungkook lagi.

Yeri terdiam. Ia lalu mengeryitkan dahinya.

Jungkook itu memang spesies yang tidak bisa terbaca.

“Yasudah kalau begitu” Ucap wanita itu. melanjutkan langkahnya.

Tetapi. Belum sampai 3 detik. Pria yang ada dibelakangnya itu bersuara lagi.

“Hei tunggu”

Kalimat itu lagi-lagi menghentikan langkah Yeri.

“Apa lagi?”

Jungkook langsung melihat sekitarnya.

Seketika. Matanya langsung tertuju pada kertas contoh gambar yang dibuatnya kemarin bersama wanita itu.

Bagus. Itu bisa menjadi sebuah alasan.
“Ini. Kau tidak memerlukan ini?”

Kedua mata Yeri langsung menuju objek yang dipegang oleh Jungkook.

Sebuah kertas coret-coretan pria itu.

“Kertas itu? Oh baiklah. Akan kubawa pulang” Ucapnya. Langsung mendekat kearah Jungkook dan meraih kertas itu.

“Aku pulang dulu” Lanjutnya.

Mengapa wanita ini tidak berbasa-basi lagi?

Astaga. Apalagi yang harus ia katakan agar wanita itu pulang lebih lama?

Tubuh Yeri pun perlahan menghilang dibalik pintu cokelat itu.

Sial.

Wanita itu telah pergi.

Fall [Jung;ri]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang