SEVENTEEN

5.2K 706 58
                                        

Dont forget leave your comment dear💝
.
.
.
.
.
.
.

Pria itu terus-menerus mondar-mandir didepan pintu UGD. Sesekali kepalanya kembali menoleh. Berharap pengobatan wanita itu sudah selesai.

Akhirnya, setelah sekian lama dirinya berdiri. Jungkook kemudian mendudukkan dirinya kesalah satu kursi tunggu yang terletak disebelah pintu UGD itu.

Sebenarnya, dirinya sudah sangat lelah. Dia butuh istirahat. Sekarang sudah pukul 3 pagi, dan dirinya belum ada istirahat sama sekali. Seharian ini, Jungkook sibuk dengan kelasnya. Terlebih lagi, besok ia harus mengikuti test salah satu mata kuliahnya.

Persetan dengan test Jeon Jungkook. Keselamatan Yeri lebih penting sekarang.

"Apakah anda wali Kim Yerim?" Seorang pria tua berjas putih menyentuh punggung Jungkook, membuat pria itu langsung menoleh.

"Ah-ya"

"Saudari Yerim tidak apa-apa. dia hanya mengalami pendarahan, tidak sampai membuat luka yang serius. Untung saja, cepat dibawa kesini"

Hati Jungkook langsung lega mendengar semua itu. ya. Dia sangat lega sekarang.

"Pasien sudah kami bawa keruang rawat. Mari saya antar"  Pria tua berjas putih itu lalu melangkahkan kakinya, diikuti oleh Jungkook yang sudah berdiri disebelahnya.

**

Dan disinilah Jungkook sekarang. Disebuah ruangan bercat putih yang Jungkook sendiri tidak pernah memasukinya selama ia hidup sampai sekarang.

Diranjang itu, Yeri masih terbaring lemah dengan balutan perban putih yang menghiasi kepalanya. Menyadari langkah kaki yang mendekat kearahnya, Yeri langsung membalikkan tubuhnya, menoleh kesumber suara.

Seketika. Bibir wanita itu langsung menyunggingkan seulas senyum. Membuat rasa lelah Jungkook langsung hilang seketika.

Pria yang ada disebelah Jungkook langsung menarik langkahnya perlahan, lalu pergi meninggalkan kedua orang itu.

"Apakah sakit?"

Pertanyaan itulah yang pertama terucap dibibir seorang Jeon Jungkook. Seumur hidupnya, ia tidak pernah bertanya seperti itu kepada siapapun.

Bahkan Taehyung yang sewaktu terseret sepeda hingga akhirnya mengalami patah tulang saja, Jungkook tidak mengatakan hal itu.

Yeri menggeleng perlahan. "Ini lebih baik. Daripada harga diriku hilang karena ketiga pria itu"

Pria itu perlahan mendekat kearah Yeri, lalu mengelus rambut wanita itu perlahan.

"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Kim Yerim"

**

"AKHIRNYAA!! LIBURAN JUGAA!!" Wanita bertubuh kecil itu terus melompat kegirangan begitu bangun dari tidurnya.

Jungkook yang sedang menuangkan susu hangat langsung menghentikan aktivitasnya. Lalu tersenyum menoleh wanita itu.

Yeri langsung menoleh balik kearah Jungkook, langsung saja, pria itu memasang wajah dinginnya lagi.

Fall [Jung;ri]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang