Bab 10

57.1K 5.3K 832
                                        

*versi cetak mengalami perubahan // belum direvisi*

Seiring dengan sentuhan tepat di bibir itu, kesunyian mulai menyelimuti. Hawa yang tadi hanya menyamar, kini mulai menjadi momok tebal nan dingin menusuk tulang sumsum.

Tersadarkan akal sehat, Jungkook segera membuka matanya.

Bukan! tadi itu hanya pikiran kotornya. Ia sama sekali tidak mencium Eunbi. Dengan ekspresi terkejut, Jungkook menggeleng-gelengkan wajah. Tapi bak mimpi terburuknya, sekaligus mimpi yang sangat aneh....

Cup

Kecupan itu benar terjadi.

Dan yang melakukannya... Eunbi.

Mata yang membola, rengkuhan kecil di rahang Jungkook, serta belaian lembut di bibir lelaki itu cukup membuat jantung Jungkook terjatuh dari tempatnya bergantung. Darah kian mendesir dan denyutan terjadi dimana-mana.

Hanya menyentuh tak melumat, hanya menempel tak saling berdecap. Setidaknya itu lebih baik untuk permulaan. Kemudian terlepas karena sesuatu yang mendesak. Mendesak keluar dari mulut Eunbi dengan kapasitas yang tinggi.

Jungkook sudah berwaspada tak ingin menjadi korban muntahan Eunbi, tapi harapan hanya tinggal kenangan. Kausnya sudah berlkumuran cairan menjijikkan itu. Tanpa ampun, terus membanjiri pakaian mereka.

"Eunbi!"

"Ah... perutku sakit, hiks...."

Jungkook semakin geram karena saat ini Eunbi malah tertidur lagi. Mengabaikan keadaan yang menimpa mereka. Namun jika membangunkannya pun percuma. Eunbi tak semudah itu dibangunkan. Alhasil, ia mengalah pada akhirnya.

-oOo-

Jimin tengah menatap kemilau lampu neon kota dari balik kaca studio. Masih memikirkan kejadian siang tadi. Ribuan leguhan nafas tidak mampu mengembalikan puing-puing hatinya. Pikirannya masih terfokus pada Eunbi. Dan semua permasalahan ini.

Rasannya bercampur aduk, mendesaknya lebih dalam hingga dadanya terasa sesak.

"Cah... obat yang paling ampuh saat kau dicampakkan!"

Taehyung datang dengan segelas vodka di tangan.

Jimin tak memprotes ucapan Taehyung tadi, 'dicampakkan?' ch, ia memang pantas menyandang julukan itu.

"Kau mau cerita?"

"Tidak."

Taehyung tersenyum kecut.

"Ceritalah, aku akan membantumu. Dan maaf mengenai Eunbi pagi tadi dan kemarin malam," ujar Taehyung.

Jimin berdesis sejenak. Kemudian menatap arah lain setelah membakar Taehyung dari anak matanya.

"Kau sengaja melakukannya 'kan?"

"Ya, tentu saja aku sengaja."

Kemudian hanya senyum miris yang Jimin pertontonkan. Taehyung meneguk lagi isi cairan di gelasnya. Memandang Jimin serius.

"Jika aku tak melakukannya, penderitaan kalian akan semakin dalam Jimin! Maaf karena aku lancang mencampuri urusan kalian, tapi aku tak ingin dua sahabatku terpuruk lebih lama lagi. Baik kau ataupun Chaeyeon. Kalian hanya perlu saling berbicara lagi, dan menyelesaikannya secara kepala dingin." nada bicara Taehyung menyendu, pria itu terlihat sangat tulus mengatakannya.

My Cold Husband [JJK Ver]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang