Bab 18

27.2K 3K 2K
                                        

"Hubungan kita bukan sesuatu yang bisa berakhir begitu mudah.
Atau aku salah?"

- Jeon Jungkook -

"Aku tidak berkata bahwa kita harus mengakhirinya, aku memintamu untuk memelukku. Tapi kau melepasku."

- Go Eunbi -

-oOo-

Ketukan sepatunya berakhir di dalam kamar. Pun dengan suara tertutupnya pintu.

Jungkook memejamkan mata seraya bersandar pada pintu cokelat tua tersebut.

"Semula tak serumit ini Bi. Tapi tanpa kau sadari kau yang membawaku pada titik rendah ini. Lalu kau akan kembali tersakiti olehku...."

Deru napasnya terdengar parau, nada keputusasaan mendominasi setiap jengkal deru itu dan Jungkook rasa ia mulai lelah dengan permasalahan awal ini.

Berulang kali ia menarik dan melepas napas dalam kedinginan. Tapi agaknya tak berhasil memperbaiki hati maupun menjernihkan pikirannya meskipun sedikit saja.

Baru saja Jungkook melangkah beberapa ke depan, pintu terbuka tiba-tiba.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kau sudah gila?"

Tak menoleh, Jungkook tetap berjalan ke tepi ranjang. Berdiri setelah meletakkan tas berisi pakaian tadi.

"Jung-"

"Aku sangat waras Eunbi!"

Wanita itu menelan saliva pahitnya.

"Lalu kenapa kau bawa wanita itu ke sini? Kau ingin mengujiku? Kau ingin membuangku setelah kau mendapatkannya? Atau kau membiarkan kami tinggal satu atap?"

Jungkook dengan malas melepas jas dan membuka kancing kerah kemejanya. Masih bermata dingin, lelaki itu bersikap tenang. Mencoba setenang mungkin.

"Jadi benar? Jung! Jawab pertanyaanku! Kenapa kau selalu menyakitiku dengan sikapmu itu!"

Teriakan tersebut membawa telinga dan hati Jungkook teriris bersamaan.

"Sebenarnya siapa yang menyakiti siapa? Kau selalu berpikir bahwa hanya kau satu-satunya pihak yang tersakiti. Lalu bagaimana denganku? Aku? Bagaimana? Apa kau pernah mendengar ketidaksukaanku pada sikapmu yang berlebihan? Apa kau pernah memahami posisiku? Tidak 'kan?"

Eunbi menggigit bibirnya, menahan agar air di matanya mudah jatuh. Tapi sebagai gantinya, hati di dalam dada sana terasa tertindas akan ketidakadilan. Entah ketidakadilan seperti apa yang Eunbi pikirkan. Hanya saja, ia merasa ini tak adil baginya.

"Harusnya kau percaya padaku, harusnya kau menurut pada ucapanku. Toh itu semua kulakukan semata hanya untuk kebaikanmu!"

Nada itu meninggi, ia geram dan kesal. Bahkan air mukanya terlihat memerah.

"Sekarang kau menyalahkanku?"

Jungkook berjalan mendekat, menatap Eunbi dengan pahit dan Kelu lidahnya.

"Aku tidak menyalahkanmu, sama sekali tak pernah menyalahkanmu. Aku hanya ingin kau lekas dewasa dari pola pikirmu."

My Cold Husband [JJK Ver]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang