Bab 14

63.8K 4.8K 466
                                        

Warning!

— mohon maaf karena Scene NC (dewasa) dalam bab ini telah mengalami perubahan cerita

*versi cetak mengalami perubahan // belum direvisi*

***

Jungkook merengkuh lebih dalam tubuh gadis itu sesaat setelah dengan kasarnya ia merobek pakaian Eunbi. Dia merasakan getaran kuat dari tubuhnya sendiri dan tubuh Eunbi saat kaus polos miliknya jatuh di lantai.

Lalu mereka melakukannya.

-oOo-

Dalam suasana aneh, empat orang tengah berperang dengan telinga mereka. Debaran dan keringat dingin membuat segalanya menjadi menakutkan. Taehyung dan Jimin mampu mengenali suasana itu. Ada kelegaan, namun juga ada ketidaklegaan secara bersamaan bagi Jimin sendiri.

Sementara Chaeyeon hanya mampu berdo'a yang terbaik, memohon semoga Jimin baik-baik saja.

Saat sumber siara semakin keras, Taehyung dengan sangat tiba-tiba menelangkupkan kedua tangannya pada telinya gadi di sampingnya.

"Umurmu 18 tahun 'kan? Sebaiknya kita pergi dulu!" seru Taehyung, membawa kebingungan dalam diri si Gadis. Chaeyeon juga ikut menggenggam tangan Jimin, membawa tubuh mereka menjauh.

"Haruskah kita pergi juga?"

Jimin tersenyum dan mengangguk.

-

-

Setelah kepergian empat manusia itu, dua orang di dalam sana, orang yang menciptakan sesuatu di pagi hari. Tengah terbaring bersama. Saling berhadapan, namun tak saling menatap. Jungkook sibuk memandangi wajah damai Eunbi, mengelus surai Eunbi yang basah akan keringat dengan tangannya. Sedangkan Eunbi sendiri hanya mendiamkan diri.

"Apa sakit?"

Pertanyaan yang mengundang rona merah di wajah Eunbi.

"Sedikit."

Dan Jungkook membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Mendekapnya setelah membenarkan selimut di tubuh mereka.

"Maafkan aku."

Eunbi meneteskan air matanya. Akhir-akhir ini ia sangat mudah menangis. Tapi alasannya menangis saat ini bukan karena Jungkook pergi dari sisinya. Melainkan perbuatan lelaki itu tadi.

Eunbi memejamkan mata, mencoba mencari titik-titik ketenangannya. Fakta bahwa Jungkook melakukan semua itu tanpa landasan cinta membuat dirinya sakit. Bagaimana bisa ia menyerahkan hidupnya pada lelaki yang sama sekali tak mencintainya?

"Kau menangis?"

"Kenapa? Apa sangat sakit?" pertanyaan yang berakhir pada harapan dalam diri Eunbi.

"Jung...."

"Eum?"

Lelaki itu mengusap punggung Eunbi. Menenangkannya. Menekannya lebih dalam agar getaran itu mereda.

"Kenapa kau melakukan ini?"

Sebuah pertanyaan yang seharusnya tak diucapkan. Ia bodoh atau memang gila? Bukankah saat mereka melakukannya tak ada pihak yang menolak? Tapi kenapa baru saat ini ia menyesal?

My Cold Husband [JJK Ver]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang