Bab 27

21.9K 2.6K 715
                                        

*versi cetak mengalami perubahan // belum direvisi*

*song recomended Kali Kedua - Raisa*




***

Mentari bertengger redup, awan-awan tipis menyebar rata di langit, dan dinginnya udara semakin membuat tulang-tulang mengilu.

Kendati hari tak bersahabat, dia tetap setia menunggu detik waktu yang terlewat.

Dalam resah ia duduk, dalam kegelisahan ia akan menjelma menjadi serbuk abu. Dan ia mempatri tubuhnya di kursi tunggu jauh dari siapa yang ia tunggu.

Setidaknya Jungkook adalah pecundang yang beranjak dewasa. Lelaki itu bahkan sampai kini tak berani mengambil langkah pasti.

Mencari tahu keadaan Eunbi dengan bersembunyi, dan tak sanggup menemui wanita itu karena kehadirannya takut mengecewakan. Atau semakin memperburuk keadaan.

Samar, ia mendengar suara besar seseorang dari luar pintu kamar inap Eunbi.

"Kau boleh pulang Jun, kau butuh istirahat. Aku tahu kau lelah."

Jungkook mendongak, melepas satu tarikan napasnya tadi. Dan ia berdiri. Mengambil langkah bersembunyi. Mencuri dengar lewat percakapan itu.

"Bagaimana keadaan Eunbi, Paman?"

"Dia sudah tidur, aku akan menjaganya, kau pulanglah."

"Aku di sini saja Paman,"

"Pulanglah nak, dia akan baik-baik saja. Kembalilah esok hari."

Tuan Go bahkan kini terlihat tua, tanpa seorang istri yang berdiri di samping tubuhnya. Namun setidaknya semua itu memang sudah lama tak terjadi. Istrinya telah menghadap sejak lama.

Dan kini, kesaktian beliau bertubi-tubi ia terima. Kematian istri jauh hari, dan kecelakaan yang merenggut cucunya hingga menyebabkan putrinya trauma. Bahkan Eunbi tak mampu berjalan akibat kecelakaan itu. Kecelakaan yang terjadi setelah putrinya bercerai karena keputusannya.

Tuan Go tahu, ini karma. Ia menyuruh Eunbi bercerai dengan Jungkook karena emosinya. Dan kini semua menderita.

"Baiklah, aku pergi Paman, jika Paman butuh sesuatu telepon saja aku."

Tuan Go tersenyum menyetujui. Dan Junhui beranjak pergi.

Tepat ketika Tuan Go hendak kembali ke kamar inap Eunbi, Jungkook dengan keraguan yang ia pikul berjalan mendekat. Ke arah Ayah keduanya. Setidaknya itu masih melekat di diri Jungkook.

"Abeoji."

Tuan Go kembali berbalik, melihat Jungkook yang berdiri dengan penampilan seperti itu sempat membuat lelaki tua itu tak mengenaali.

"Jungkook?"

"Annyeong haseyo, Abeoji."

Berlaku sopan, Jungkook membungkuk memberi salam dengan getar takut di hatinya. Sementara Tuan Go tengah memandang Jungkook dengan desiran darah di ubun beliau.

-

-

-

"Silahkan."

Senyumnya mengambang, menerima cup coffee dari lelaki tampan itu. Lalu membiarkan coffee tadi tenang dalam genggaman tangan.

"Apa kabar Ayah?"

"Aku sama sepertimu, tak pernah baik-baik saja," jawab Tuan Go seadanya.

"Maafkan aku Ayah, ini semua gara-gara aku."

My Cold Husband [JJK Ver]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang