S Q U E L - Part.03

25.7K 2.5K 1.2K
                                        


"Kupikir, ini adalah kesempurnaan dan kebahagiaan yang Tuhan janjikan. Eunbi-ah. Aku merindukanmu. Juga anak-anak kita."

- Jeon Jungkook -

***


"Appa! Eomma eodisseyo?"

...

"Ya! Jisoo-ya! Jangan rusak rambutku!"

...

"Appa! Insoo memotong rambutku!"

...

"Appa! Insoo mengambil semangkaku."

...

"Appa, aku tidak mau mandi. Huwa."

...

"Appa, aku lapar."

...

"Appa. Aku ingin digendong."

...

"Aku aku ingin Pororo."

...

"Appa, belikan aku ice cream."

...

"Appa, Barbieku di mana?"

...

"Aaaaaakkkkkhh! Jisoo mematahkan tangan Barbieku!"

...

"Appa! Appa! Eodisseyo?"

...

"Appa. Aku ingin poop."

...

"Appa! Jisoo poop di celana! Hahaha!"

...

Jeon Jungkook. Tewas. 18.30 a.m KST dikarenakan serangan batin.

Author P.O.V

Lelaki itu terkapar diantara selimut yang terbentang di lantai. Napasnya terkuras habis, dan seluruh badannya terasa remuk. Mungkin tulang-tulang di dalam sana sudah seperti tulang ikan presto.

Menghabiskan waktu dua puluh empat jam bersama dua anak kecebong di dalam rumah bukanlah hal yang mudah.

Ini jauh lebih sulit daripada mengerjakan pekerjaan kantor. Dan Jungkook ingin menyerah saat anak-anak kecebong tadi tidak bisa diam sedetik pun. Entah apa yang dimakan dua kecebong itu hingga baterai di tubuhnya tak berkurang sedikitpun.

Napasnya memburu, seperti habis melakukan lari maraton. Sedangkan keadaan rumah sangat berantakan karena ulah kecebong-kecebong tadi.

Jungkook bahkan kini tak mampu berpikir kemana pergi dua makhluk tadi. Ia sungguh lelah.

Sejenak apartement itu menjadi hening. Dan Jungkook bersyukur. Ia terbaring terlentang di lantai tadi dengan tenang. Melihat langit-langit kamar anaknya. Ada pemandangan indah di atas sana. Bintang yang akan bersinar terang jika lampu di matikan. Dan ia lupa kapan ia memasang itu untuk kedua anaknya.

Rasanya waktu berlalu begitu cepat sejak dua buah hatinya terlahir. Dimulai dari dalam buaian, sampai menjadi anak yang tidak mau diam. Terus berlari dan menghancurkan segalanya. Terus merusak benda-benda yang rawan pecah. Dan terus mengisi apartement dengan tawa, rengekan, dan tangisan mereka. Semua itu telah berjalan empat tahun.

Lalu apa Jungkook bahagia? Entahlah, Jungkook terus mempertimbangkan kebahagiaan itu disaat-saat seperti ini. Disaat ia akan gila karena dua kecebongnya.

My Cold Husband [JJK Ver]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang