Bab 30

1.2K 110 11
                                        

Di dunia ini, ada banyak hal yang tidak bisa Jungkook tebak. Yang pertama takdir Tuhan dan yang kedua, Eunbi. Dua hal itu, bahkan dalam kurun waktu yang teramat singkat bisa membuatnya menjadi gila. Jika diibaratkan sama dengan hangatnya malam yang bisa mendadak berubah saat matahari pagi datang. Mau tidak mau, semesta membawa ke dalam keadaan itu. Tidak boleh menolak, siapapun harus ikut ke sana.

Seberapapun ia berpikir ini untuk yang terbaik. Tetap saja. Tidak pernah terlintas dipikiran mereka untuk mempekerjakan seseorang untuk merawat anaknya. Lalu ke mana janji mereka dahulu? Yang seakan bersungguh-sungguh akan membesarkan dan merawat Jisoo dan Insoo bersama ditambah penderitaan saat kehilangan. Kemana rasa penyesalan untuk tidak mengulangi kesalahan saat mereka memutuskan untuk bersama lagi?

“Jungkook?”

“Ah! Ya?”

“Maaf. Kau tak mendengarkanku?” tanya seorang gadis dari arah sampingnya. Sementara Jungkook lebih memilih segera fokus kembali ke dalam kesadaran.

Gadis itu adalah perempuan yang di maksud ibunya. Putri dari teman ibunya. Awalnya Jungkook telah berdebat karena hal ini harus dipertimbangkan dulu dengan Eunbi. Namun istrinya itu tak mengangkat telepon sejak sambungan terakhir beberapa hari lalu. Alhasil Jungkook yang memutuskan ini sendiri, memakai jasa gadis ini untuk membantunya mengurusi kedua anaknya.

“Jadi kapan kau akan bekerja?”

Jungkook masih berdiri sembari menyakukan kedua tangannya di dalam celana longgar. Kaus putih longgar pula masih menjadi favoritnya. Dulu, Eunbi pernah berkata, jika pakaian santai dirinya yang seperti ini menambah ketampanannya.

Alih-alih mengingat hal itu, matanya melirik anak-anaknya yang tengah asyik bermain bola di dalam ruangan bermain.

“Kapanpun,” jawabnya gadis itu yang juga ikut memandang Jisoo dan Insoo. Senyum kecil terlihat setelahnya. Sebuah senyum karena tingkah dua bocah yang tak hentinya bersenda gurau.

“Mereka sedikit sulit di atur. Jisoo paling suka jika pakaiannya wangi, tapi bukan berasal dari parfume, kau harus ingat itu. Dia suka pewangi pakaian saat dicuci. Kalau Insoo tidak suka pakaian yang menyerupai lelaki, jadi jangan campur pakaian mereka. Insoo dia paling suka aroma dan buah strawberry. Jisoo biasanya tidur jam delapan, dan Insoo lebih awal. Pastikan kau memberi mereka susu dulu sebelum tidur, lalu jangan lupa air putih di samping tempat tidur mereka. Insoo tidak suka ada yang menganggunya saat tidur, meski itu bunyi yang sangat kecil. Jadi jangan berisik. Kau harus mengantar dan menjemput jadwal sekolah dan les mereka, nanti akan kukirim jadwalnya. Dan, yang paling penting jangan pernah sekalipun memberi Jisoo makanan yang mengandung tepung. Kau harus ingat, Chaeri.”

Gadis dengan paras manis itu tersenyum. Mengerti dan semoga dia mengingat semuanya. Dia juga sudah mendengar semua peraturan untuk menjaga anak-anak dari Nyonya Jeon sebelumnya.

“Kamarmu di sana. Jika terjadi sesuatu ketika aku tidak di rumah. Kau bisa menelponku. Pastikan kau menjaga mereka. Dan kau juga harus menjaga dirimu. Jangan sampai sakit karena itu bisa menular pada mereka. Mengerti?” tambah Jung Kook. Mencoba menjelaskan lagi perihal pekerjaan yang harus Chaeri lakukan.  Meski dia tahu, ibunya juga sudah menjelaskan hal yang sama.

Kim Chaeri mengangguk. Lantas tersenyum. “Baiklah.”

Jung Kook hendak pergi, namun Chaeri lekas menghentikannya. Mata gadis itu tak mampu untuk mengabaikan sebuah foto besar yang dipajang di tengah-tengah ruang keluarga apartement ini. Bahkan di ruang tamu juga terdapat foto dengan orang yang sama meski berbeda tema.

Meski ragu, Chaeri sangat penasaran dan sangat ingin bertanya.

“Maaf, Jung. Tapi di mana Eunbi?”

My Cold Husband [JJK Ver]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang