Bab 28 - End

24K 2.7K 815
                                        

*versi cetak mengalami perubahan // belum direvisi*
.........

Tapi hari itu, sebuah jawaban tak di dengar Jungkook. Entah Eunbi mau memberi mantan suaminya satu lagi kesempatan atau memilih melupakan. Yang jelas setelah satu hari berlalu, Jungkook semakin berubah banyak.

Dalam pagi yang hangat, dia terlihat berulang kali gemetar dengan kaki yang menompang tubuhnya. Tangan yang tak kuasa menahan agar tubuh tak lekas ambruk di besi bantu jalan. Setidaknya itu yang dilakukan Eunbi untuk hidupnya.

Tak ada Ayah yang menemani, tuan Go sejak kemarin terlalu sibuk mengurusi perusahaan. Tak ada Junhui yang biasanya menemaninya, tak ada siapapun yang ada di sana. Hanya seorang lelaki yang kerap kali tak tenang jika Eunbi terjatuh dan merintih sakit karena rasanya usaha yang dilakukan wanita itu percuma.

Sekali lagi Eunbi menahan tubuhnya pada besi setinggi pinggangnya. Dan kakinya terus melangkah meski mati rasa.

Brukh....

Tak sabar, setelah memejamkan mata sekilas, lelaki yang memperhatikan Eunbi sedari tadi mulai bergerak mendekat.

"Hentikan," kata Jungkook yang melihat Eunbi terjatuh di lantai dengan ringisannya.

"Pergilah, aku ingin sekali lagi—"

"Apa kau tahu! Kau sudah membuat kakimu bekerja keras! Jadi hentikan!"

Eunbi terdiam, lelaki itu tampak sangat marah pada dirinya. Teriakan yang membuat beberapa orang di ruangan itu melihat ke arah mereka.

"Jungkook."

Tepat saat itu, Jungkook mengangkat tubuh Eunbi dan mendudukkannya di kursi roda.

Masih mengatur napas, Jungkook menatap Eunbi dengan kesalannya, kemudian pergi begitu saja.

Eunbi yang masih terpatung dengan sikap Jungkook mulai semakin terdiam melihat punggung lelaki itu yang semakin menjauhinya.

...

...

Eunbi Pov

Aku terus memutar roda kursi yang kududuki ini dengan tangan, sambil menoleh ke kanan dan kiri. Aku tak tahu kenapa aku melakukan ini. Tapi selepas kepergian Jungkook tadi. Aku begitu ingin melihat wajahnya. Memastikan sesuatu yang mampu membuat hatiku tenang.

Lorong satu dan dua sudah kulewati, bahkan aku sengaja masuk ke ruang umum lainnya di rumah sakit ini hanya demi menemukan Jungkook. Tapi aku sama sekali tak menemuinya.

"Aku yakin jika dia seorang artis, bagaimana bisa wajah setampan itu dan suara sebagus itu ada di sini? Apa ada acara amal di sana?"

"Entahlah. Tapi anak-anak menyukainya."

Suara dari dua perawat itu berhasil menyita perhatianku, lelaki tampan dengan suara merdu. Aku penasaran. Dan memutuskan untuk mulai mengayun ke depan lagi kursi roda ini. Kemudian sampai di satu tempat.

Namun apa yang kupikirkan tak seperti apa yang kulihat. Lelaki yang perawat tadi maksud adalah dia.

Tengah memperdengarkan suara manisnya pada sekumpulan anak-anak yang sedang dirawat bersama luka mereka, entah itu luka di dalam atau luka di luar. Mereka berkumpul dengan pakaian pasien dan mendengarkan suara Jungkook.

Aku menunduk sesaat, menelan salivaku. Melihat anak-anak itu. Mengingatkanku pada Eunjung.

Kuusahakan agar aku tak menangis dengan mencoba tersenyum. Menghela napas berulang kali tapi aku semakin merindukan Eunjung.

My Cold Husband [JJK Ver]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang