***
"Eomma... aku tidak mau...."
"Makan dan pergi ke sekolah bersama Appa. Arachi?"
"Appa! Aku tidak mau! Huwa...."
"JUNGKOOK! Urus anakmu ini! Auhchk jinjja!"
Jungkook memijit pelipis kepalanya, berharap akan ada hari tenang di rumahnya itu. Tapi agaknya ia harus menelan bulat-bulat harapan indah tersebut, bahkan untuk hal sepele pun berakhir dengan kegaduhan.
Setelah melihat kepergian Eunbi, Jungkook lantas memandang kearah anaknya berada. Lelaki kecil itu masih menangis di meja makan. Bahkan air matanya sudah memenuhi wajahnya.
"Eunjung-ah...."
Jungkook bersuara lirih, seraya mengusap air mata itu.
"Bukankah Appa sudah bilang tadi malam? Eum?"
Terus memberikan ketenangan agar putranya berhenti menangis, dan tentu saja berhasil. Eunjung perlahan menenangkan diri.
"Tapi Appa... aku tidak suka sayur. Kenapa Eomma selalu memasak sayur? Hiks," isaknya perlahan.
Jungkook menggeser posisi duduknya, memandang putranya lekat dan berharap petuahnya hari ini tak berakhir sia-sia.
"Eomma memberimu sayur bukan tanpa alasan. Eomma ingin Eunjung tumbuh kuat, sehat dan pintar seperti Eomma dan Appa. Eomma hanya ingin Eunjung tak menjadi anak yang pemilih makanan. Eomma ingin yang terbaik untuk Eunjung."
"Tapi sayur itu pahit Appa... aku tidak suka."
Sekali lagi Jungkook memberi usapan kecil di puncak kepala Eunjung. Mencurahkan segala perhatiannya disela pekerjaan yang menumpuk.
"Dengarkan Appa Eunjung. Eunjung tahu 'kan jika setiap hari Appa pulang sangat malam. Eomma juga sudah bekerja dengan Bibi Chae. Eomma juga sangat sibuk. Eomma butuh Eunjung yang kuat, yang bisa menyemangati Eomma dan Appa jika kami lelah. Sebabnya sayur sangat baik untuk Eunjung. Bukankah Eunjung ingin segera tumbuh dewasa agar bisa melindungi Eomma?"
Bocah lima tahun itu mengangguk, sudah meredakan tangisnya. Juga sudah memahami kenapa harus ada sayur di meja makannya.
"Selesai makan, minta maaf pada Eomma eum?"
Eunjung diam, menunduk dan merasakan sentuhan di pipinya.
"Aku tidak mau."
"Kenapa?"
"Eomma akhir-akhir ini pemarah Appa, aku tidak mau. Nanti Eomma memarahiku lagi."
Jungkook tersenyum mendengar kalimat itu dari putranya, lantas mencubit pipi kecil tersebut dengan gemas.
"Dan Eomma akan sangat marah jika Eunjung tidak mau meminta maaf."
Kali ini Eunjung mengangkat kepalanya, memandang wajah Ayahnya dengan mengerucutkan bibir. Kemudian tersenyum dengan menampakkan lesung pipi di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Husband [JJK Ver]
Fanfiction[Season 1-3] Dingin. Satu kata itu mampu mewakili seluruh sifat Jeon Jungkook. Sebesar apapun Eunbi mencintai lelaki tersebut. Itu semua tak akan merubah watak suaminya. #1 in Marriagecontract #02012021 #1 in JungkookFF #13032021 #1 in Fanfiction...
![My Cold Husband [JJK Ver]](https://img.wattpad.com/cover/89474888-64-k311117.jpg)