Happy reading...
Typo di mana - mana.
-Author POV-
Jam di dinding ruang tamu Jihan sudah menunjukkan pukul 17.31.
"Han, gue balik dulu ya... Udah mau maghrib soalnya " kata Oci.
"Oh yaudah. Gak kerasa ya ! Udah mau maghrib aja." jawab Jihan.
"Gue juga mau balik ya, Han !" kata Iqbal.
"Oke. Ayo gue anter sampai pagar."
"Ibu lo mana ? Gue mau pamit." tanya Oci.
"Kalo hari gini mah, Ibu lagi mandi." jawab Jihan.
"Kalo gitu, gue titip salam aja deh !"
"Sip ! Nanti gue sampe-in."
"Han.... Gue balik yaaa!" kata Iqbal yang sudah mengendarai motornya.
"Ett !!! Tunggu dulu " kata Jihan mencegat kepergian Iqbal.
"Kenapa ?" tanya Iqbal bingung.
"Sekalian lo anter Oci. Oke ?"
"Gak usah, Han. Gue bisa pulang sendiri kok !" kata Oci.
"Ci, lo gak liat apa lagi gerimis begini ? Gue yakin gak lama lagi pasti hujan gede. Kalo lo ke hujanan gimana ?" tanya Jihan.
"Tapi Han..."
"Bener kata Jihan tuh ! Udah lo bareng gue aja. Maghrib - maghrib gak bagus cewek pulang sendiri." jelas Iqbal.
"Hm... Oke !" akhirnya Oci menurut.
Dia pun menaiki motor ninja Iqbal.
"Bye Han..." kata Iqbal.
"Bye ! Hati - hati. Awas kalo temen gue kenapa - kenapa !" ancam Jihan.
"Siap. Bos !" jawab Iqbal.
Akhirnya motor Iqbal keluar daru pagar rumah Jihan.
***
"Btw. Motor lo ganteng juga, Bal." kata Oci membuka pembicaraan.
"Iyalah... Yang punya malah lebih ganteng !" Iqbal memuji diri sendiri.
"Ye... Ge-er !" jawab Oci sambil mencubit pinggang Iqbal.
"Aww. Sakit tau ! Lagian itu fakta kan ?"
"Terserah..." jawab Oci.
"Belok mana nih ?" tanya Iqbal.
"Belok kanan. Nanti berhenti di depan rumah yang warna ungu." jawab Oci.
Iqbal pun mengikuti arahan Oci.
"Udah sampai nih !"
Oci pun turun dari motor Iqbal.
"Gue masuk dulu ya. Mau mampir ?"
"Kapan - kapan aja... Gue cabut dulu"
"Yoi. Thanks yaa !!" teriak Oci pada Iqbal yang sudah agak jauh.
***
- Jihan POV -
Setelah Iqbal & Oci pulang. Aku berjalan menuju kamar, untuk mandi.
"Jihan... Jihan... " Ibuku memanggil dari luar kamar.
"Kenapa, Bu ?" tanyaku sambil membuka pintu.
"Jangan lupa dandan yang cantik ya... Jam 8 kita berangkat oke ?" kata Ibu.
"Iya - iya. Jihan mau mandi dulu." jawabku sambil menutup pintu.

KAMU SEDANG MEMBACA
High School Love Story ( You & I )
Teen Fiction"seandainya,aku bukan anak semata wayang di keluarga ini,aku pasti akan menolak perjodohan ini..." - Jihan - . . . "ini kan zaman modern,masih saja ada yang namanya perjodohan...hufttt,pokoknya aku tidak mau di jodohkan dengan gadis yang tidak aku k...