Happy reading.
Typo tanda-in ya...
- Author POV -
Oci dan Jihan sedang sarapan bersama.
"Tante senang kamu nginep di sini. Jihan jadi ada temannya." kata Laras di sela - sela makannya.
Oci hanya menanggapinya dengan senyum manisnya. Karena mulutnya terlalu penuh untuk mengeluarkan suara.
"Orang tua kamu keluar kotanya berapa hari ?" tanya Furqon.
Oci menelan makanannya setelah iti menjawab pertanyaan Ayah Jihan.
"Satu minggu, Om. Tapi kalo di hitung dari sekarang sekitar 4 hari lagi."
"Oh gitu. Oh iya, Kakak kamu sudah keluar dari rumah sakit kan ? Gimana kabarnya ?" tanya Furqon lagi.
"Hm... Alhamdulillah, baik. Om."
"Kakak kamu gak di ajak nginep di sini ?" tanya Laras.
Oci terdiam. Dia bingung mau jawab apa.
"Kak Rin keluar kota, Bu. Dia... Dia balik ke kost-annya." kata Jihan tiba - tiba.
"Oh... Kakak kamu kerja di luar kota ?" tanya Laras lagi.
"I... Iya, Tante."
"Baru sembuh udah kerja aja. Jahat banget Bos-nya." kata Laras.
"Hm... Ya gitu deh, Tante." jawab Oci sambil tersenyum.
Ibu, Ayah. Jihan sama Oci berangkat dulu ya. Assalamualaikum." kata Jihan sambil beranjak dari duduknya.
"Kok buru-buru banget ?" tanya Laras heran karena anaknya tidak pernah berangkat se-pagi ini.
"Hari ini kan UKK." jawab Jihan.
"Oci pamit dulu. Om, Tante. Assalamualaikum." pamit Oci.
"Waalaikumsalam." kata Laras dan Furqon.
Merekapun berangkat sekolah.
"Kenapa buru - buru sih ? Kan gue kangen sama masakan Tante Laras." kata Oci sebal.
"Kalo sarapannya lama, nanti Ortu gue bakal nanya macam - macam tentang Kakak lo. Lo mau ?" tanya Jihan.
"Han, itu mobil Rio kan ?" tanya Oci mengabaikan pertanyaan Jihan barusan.
Jihan melihat ke arah depan pagar rumahnya.
"Mana gue tau. Gue kan gak pake kacamata." jawab Jihan.
"Ck. Udah tau minus, gak pake kacamata. Nabrak aja, baru tau." kata Oci.
"Gue kan, pake kacamata kalo lagi belajar doang." kata Jihan.
"Good morning ladies." sapa Rio.
"Ngapain lo di sini, Yo ?" tanya Jihan.
"Jemput lo." jawab Rio singkat.
"Gue ? Oci gimana ? Dia berangkat sama siapa ?" tanya Jihan.
"Gue naik angkot aja." kata Oci.
"Oci ikut bareng aja. Kan nanti lewat gang yang mau ke SMA N 1234." kata Rio.
"Emang gak apa - apa ? Gue gak ngerepotin lo ?" tanya Oci.
"Enggak kok. Ayo masuk." jawab Oci.
Jihan dan Oci-pun masuk ke dalam mobil Rio.
"Han, itu pipi lo kenapa ? Kok bengkak ?" tanya Oci yang baru sadar pipi Jihan bengkak sebelah.
Jihan terdiam.

KAMU SEDANG MEMBACA
High School Love Story ( You & I )
Teen Fiction"seandainya,aku bukan anak semata wayang di keluarga ini,aku pasti akan menolak perjodohan ini..." - Jihan - . . . "ini kan zaman modern,masih saja ada yang namanya perjodohan...hufttt,pokoknya aku tidak mau di jodohkan dengan gadis yang tidak aku k...