Happy reading.
Flashback on...
Suasana di suatu club ternama di Jakarta terlihat ramai. Dentuman musik, asap rokok dan bau alkohol memenuhi ruangan tersebut.
Terlihat seorang wanita sedang menenggak habis gelas berisi alkohol itu.
Saat ia ingin meminum kembali, tiba - tiba gelasnya di rebut seseorang.
"Hei ! Itu minumanku ! Kalau kau mau, kau bisa minta pada bartender." omelnya kesal.
"Marina... Sampai kapan kau akan terus minum ? Ini sudah gelas ke-tujuh." kata pria tersebut.
"C'mon Dave... Aku hanya ingin melupakan sejenak masalahku. Kembalikan padaku !" pinta Rin.
"Kau sedang hamil, Rin. Alkohol tak baik untuk bayimu." jelas David.
"Hamil ? Bayiku ? Hahaha..." Rin tertawa miris.
"Bayi ini tidak di inginkan, David. Bahkan Ayahnya saja tidak mengaku bahwa bayi ini adalah darah dagingnya." lanjut Rin.
David terdiam.
Ia menatap Rin iba.
"Jangan, Dave ! Jangan menatapku dengan tatapan menjijikan itu ! Kau tahu kan ? Aku paling tidak suka di kasihani." ujar Rin.
"Kau tidak berencana untuk aborsi kan ?" tanya David.
"Apa kau gila ? Mana mungkin aku membunuh anakku sendiri ! Walau kehadirannya tidak di inginkan, tapi tetap saja dia tidak berdosa. Jika ia bisa memilih, ia pasti tidak ingin di lahirkan dari rahim wanita bodoh dan murahan sepertiku." jawab Rin.
"Tidak ! Kau salah ! Anakmu pasti bangga bisa mempunyai seorang ibu yang cantik dan luar biasa sepertimu !".
"Ya... Semoga saja begitu.".
"Apa kau akan kembali ke rumahmu ?" tanya David.
"Belum... Aku masih malu dan takut pulang. Keluargaku pasti marah kalau tahu aku sedang mengandung." jawab Rin.
"Kau belum mencoba. Aku yakin, keluargamu pasti akan menerima kehadiranmu dan bayimu.".
"Tapi aku ragu...".
"Kau tidak akan tahu sebelum mencoba.".
Rin tersenyum dan memeluk David.
"Terimakasih, Dave. Kau sudah banyak membantuku selama ini.".
David membalas pelukan Rin.
"Sama-sama. Aku senang bisa membantu.".
"Wah... Wah... Wah... Lihat ! Pasangan paling menakjubkan abad ini. Wanitanya seorang jalang tidak tahu malu dan tidak tahu diri. Prianya seorang pewaris tunggal dari Abraham Corp. Rival bisnisku." kata seorang yang tiba - tiba datang.
"Tutup mulutmu Kenzie ! Kau tidak pantas menghina Marina seperti itu !" ujar David marah tak terima.
"Santai, men. Lagipula itu fakta ! Dia memang tidak tahu diri. Dia mengaku kalau bayi yang di kandunganya adalah anakku. Padahal aku tidak pernah menidurinya." jawab Kenzie.
"David... Bisa antar aku pulang ? Kepalaku sakit." kata Marina.
"Ya. Ayo... ".
David dan Marina pergi dari hadapan Kenzie.
Di dalam mobil, Rin mengeluarkan air mata yang sejak tadi ia tahan.
"Rin..." panggil David.
"Dave, antar aku ke Apartemenku. Aku masih belum berani pulang ke rumah." kata Rin dengan suara bergetar.

KAMU SEDANG MEMBACA
High School Love Story ( You & I )
Teen Fiction"seandainya,aku bukan anak semata wayang di keluarga ini,aku pasti akan menolak perjodohan ini..." - Jihan - . . . "ini kan zaman modern,masih saja ada yang namanya perjodohan...hufttt,pokoknya aku tidak mau di jodohkan dengan gadis yang tidak aku k...