JUST REMIND YOU! Beberapa chapter atau part diprivate, jadi untuk melengkapi harus follow terlebih dahulu setelah itu baru tambahkan ke perpustakaan kamu. And last, please refresh your wattpad.
"Hujan gini, apartemen lo juga sepi. Mendukung bange...
Mentari mulai muncul ketika awan putih hadir menghiasi langit biru cerah. Menyebarkan aura kehidupan yang selalu menjadi candu setiap orang, namun menjadi keburukan bagi sebagian orang yang tidak merasakan kebahagiaan duniawi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cessara Lathifa, gadis yang akan berusia 17 tahun Bulan depan nanti masih setia dengan kegiatan pagi hari ini. Bersiap untuk berangkat sekolah dihari pertama setelah liburan. Heol, jujur saja Sara masih ingin bermanja-manja dengan liburannya kemarin. Namun apa daya, kakak laki-lakinya yang ikut berlibur bersamanya memaksa pulang dengan alasan yang tidak logis.
Tidak ingin melewatkan sesi perkenalan kelas baru dihari pertama.
Oh my gosh, Sara yakin bukan itu alasan Kakaknya pulang lebih cepat. Pasti ada alasan lain yang membuat seorang Farhan Siregar ingin segera berangkat sekolah, karena Sara tau kakaknya itu bukan salah satu murid teladan disekolahnya. He’s bad on school.
“Ra, lama banget elahh, ntar kita telat nihh.” Suara bass yang menggelegar ditelinga Sara membuatnya mendumel dalam hati. Tanpa ingin mempercepat sedikit kegiatannya, gadis itu masih santai menaruh sebuah buku tulis kedalam sebuah tas ransel yang sangat tidak diperkenankan untuk dibawa ke sekolah. Jansport.
“Ra, kalo lo nggak keluar gue dobrak sumpah pintu lo.”
Sara mendengus, tangannya meraih sebuah karet kunciran dan lekas bangkit menuju pintu kamar untuk segera membukanya sebelum Kakaknya itu berlaku nekat.
“Apa?” Tanya Sara kesal. Kedua tangannya masih sibuk menyisir rambut ombre ungu yang baru saja dicatnya malam tadi. Oh, like brother like sister, same in the badness.
“Ngecat lagi lo? Gila aja, lo mau masuk BK dihari pertama sekolah? Nggak nyangka gue, nekat bener sumpah.”
Sara ingin sekali menyumpal mulut Kakaknya sekarang karena sifat bawelnya sudah keluar dipagi hari ini. Sifat yang dibenci Sara karena sifat dirinya sangat berbeda sekali dengan sifat Egar. Maka jangan ditanya sudah berapa kali Kakak beradik ini sering bertengkar.
“Mau ngomelin gue sampe telat masuk sekolah, hah?”
Egar kicep, dengan pandangan horor yang masih mengarah pada Sara laki-laki bertubuh kokoh itu langsung menggerakan kakinya menuruni tangga dan keluar dari pintu rumah untuk menghampiri mobil sedan putih kesayangannya. Hadiah dari papahnya saat ia berulang tahun ke-16 tahun.
“Langsung ke kelas biar nggak ketauan sama Bu Ismi, ntar lo malah mendekam diruangan neraka itu lagi.” Ujar Egar ketika keduanya sudah berada didalam mobil dan dirinya mengenakan sabuk pengaman pada Sara yang sibuk memainkan ponselnya. Kakak yang amat baik sebenarnya, namun sekali lagi Sara tidak menyukai sifat bawelnya.