10. Kiss Basket ball

3.5K 164 1
                                        

----info----

Sekali lagi, Iam so sorry.

#### 

“Maaf, karena ada kepentingan jam 9 nanti, saya harus menggabungkan dua kelas dalam jam pelajaran olahraga seperti ini. Mohon pengertiannya.”

“Aku selalu ngertiin bapak kok,”

“Farel Hutomo!” Sentak Pak Sholeh yang berhasil membuat barisan kelompok Farel bungkam seketika. “Kamu pemanasan lari 10 kali keliling lapangan. Sisanya 5 kali, dan yang cewek 3 kali putaran penuh. Paham?”

“Paham, Pak!!!”

“Kok gitu sih, Pak? Nggak adil buat saya dong.” Protes Farel dengan raut wajah tak terimanya.

“Bagian mananya yang tidak adil, Farel?”

“Saya 10, yang lain 5. Kok curang.”

“Itu karena kamu berbuat kesalahan.”

Dahi Farel mengerut dalam, “Salah saya apa, Pak?”

“Lelucon kamu tidak lucu sama sekali, Farel Hutomo. Jadi sekarang cepat lari atau saya tambahkan hukumannya buat kamu.” Pak Sholeh mengancam dengan nada tegas, membuat Farel menciut dan lekas berlari sesuai hukuman yang diterimanya.

“Lo nggak lari, Gam?” Tanya Gagas yang memperhatikan Gama baru saja datang dan langsung duduk ditepi lapangan bersama mereka. “Kenapa sih? Ngeliatin barisan cewek kelas sebelah mulu. Emang ada siapa?”

“Ya, ada si Sara lah. Emang siapa lagi?” Celetuk Deka yang kini bertos ria dengan Iyan disampingnya.

“Apaan sih, bacot lo semua.” Dengus Gama kesal. Laki-laki itu pun bangkit untuk menjauh dari jangkauan kegaduhan teman-temannya. Karena yang dibutuhkan Gama sekarang adalah ketenangan. Tenang dalam diam tanpa direcoki oleh siapapun dan apapun itu, termasuk pikirannya yang masih dibayangi oleh Sara.

“Well, kayaknya lo mau mulai terang-terangan sekarang Gam.” Bisik Rangga usai merampungkan putaran keliling yang disuruh Pak Sholeh tadi. Laki-laki itu mengambil tempat kosong disamping Gama yang selonjoran dengan mata terpejam.

Alis Gama bertaut, “Apaan?”

“Deketin Sara?” Jawab Rangga dengan nada menggantung. “I see. Dari kejadian diclub, sampe foto, komen-komenan di Instagram—”

“Wait, wait. Lo tau darimana masalah Instagram?” Tanya Gama penuh selidik.

“My baby Hani. Kenapa? Dia kan sahabat Sara, wajar gue tau semuanya, Gam.” Rangga tersenyum geli kala Gama berdecak kesal. “Gue tau semuanya. Sampe kejadian yang dihalte dan di apartemen lo. Dan dari itu semua, gue yakin kalo lo masih ada feeling sama tuh cewek.”

“Gue nggak cinta sama dia.”

“C’mon dude, gue nggak bilang lo cinta sama Sara. Gue Cuma bilang lo masih ada rasa sama Sara. Mungkin sayang, atau... Perasaan lainnya.”

“Dia bitches. Gue nggak suka.”

“Skandal Sara yang jadi pacar gelapnya Adam?  Setau gue, lo selalu musuhan sama Adam dan mungkin aja karena berita itu lo makin nggak suka sama Adam. Bukan sama Sara.”

Round and Round [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang