11. Sebotol Frestea

3.2K 135 0
                                        

####

"Sebenarnya apa motivasi kalian melakukan hal memalukan itu di sekolah? Apa kalian ini memang sudah gila atau urat malu kalian sudah putus, hah?"

Sara, gadis yang sejak kedatangannya sepuluh menit lalu ke ruang Bimbingan Konseling ini terus menekuk wajahnya sedari tadi. Wajah cantiknya benar-benar muram. Sesekali ia meguap lebar karena merasa bosan mendapat ceramah dari seorang guru paru baya musuh abadinya, Bu Ismi.

"Kalian keterlaluan. Kalian sudah mencontohkan hal yang tidak baik kepada teman-teman kalian."

"Kayak murid disini kelakuannya baik semua." Gumam Sara yang masih bisa didengar oleh Bu Ismi.

"Diam kamu Sara! Saya tidak butuh jawabanmu." Bu Ismi pun mengalihkan pandangannya kepada sesosok murid laki-laki yang duduk persis disamping Sara. "Kamu juga Gama, sama saja dengan Sara. Saya kira kamu hanya bandel seragam saja, ternyata sampai kelakuan pun kamu sama bandelnya seperti Sara."

Gama menghela nafas panjang, tidak menjawab karena apapun yang dikatakannya nanti pasti selalu percuma saja. Kalau kata Farel, buang-buang tenaga banget mendebat guru BK kalau lagi kena masalah.

"Jangan-jangan kalian ini, pacaran ya?"

"ENGGAK BU!!!"

Keduanya kompak menjawab demikian. Lantas saling menatap satu sama lain sebelum Sara membuang pandangannya terlebih dahulu ke arah lain. Dan Gama lagi-lagi hanya bisa mendengus kasar.

"Ciuman disekolah, itu salah satu pasal berbuat intim dilingkungan sekolah. Kalian bisa saja saya DO dari sini sekarang juga. Tapi berhubung prestasi kalian lumayan juga permintaan orang tua kalian, kali ini Ibu hanya akan memberikan hukuman yang akan membuat kalian jera untuk melakukannya lagi. Mengerti?"

Sara mengangguk malas, sementara Gama menggumam kata yang tak terdengar dengan jelas.

"Kalian mengerti?!"

"Mengerti Bu,"

Bu Ismi menghela nafas frustasi, memijit pelan pelipisnya yang berdenyut akibat menghadali kedua pasang murid dihadapannya saat ini. "Astaga, hukuman apa lagi yang harus saya berikan kepada mereka Tuhan..."

***

Sara menelan salivanya susah payah. Matanya membulat dengan sempurna. Ditangannya, sebuah benda yang memiliki pegangan dan banyak serabut kasar diujungnya berhasil membuat Sara menyumpah serapah Bu Ismi saat ini juga.

Ini kuas cat.

Hukuman yang diberikan adalah mengecat dinding gudang sekolah yang baru saja dibangun.

Dan tolong catat, jika hukuman kali ini dikerjakan berdua. Bersama Gama tentunya.

Sara menggeram pelan, lalu menyentak kuas cat itu kelantai dengan gerakan membanting. Matanya menyipit, melirik tajam sosok Gama yang terlihat berdiri santai disampingnya. Hoh, ingin sekali Sara menonjok Gama jika dia punya kekuatan super kayak wonder woman sekarang.

"Semuanya gara-gara lo tau nggak!"

Gama menoleh, mengerutkan dahi sekilas. "Kok jadi gue?"

Round and Round [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang