Thunder Cry!

297 19 0
                                        

Cih! Aku harus memikirkan cara untuk menghentikan tulang-tulang sialan ini. Ditambah lagi dengan ia yang sedang mempersiap-

"Matilah!"
"Undead Cries!"

"A-apa?"

Serangan ini, berbeda dengan yang sebekumnya. Ia mengeluarkan suatu cairan dari matanya. Cairan itu melahap semua yang ada di sekitarnya, dan cairan itu bergerak. Apa aku akan mati dilahap oleh cairan menjijikkan itu? Apa yang harus ku lakukan. Aku mulai suliat menggerakkan anggota tubuh ku. Aku harus apa? Apa ku naikkan saja volt-nya? Apa itu dapat bekerja? Aku harus mencobanya untuk mengetahuinya!

*Shiu!

"Uhm? Kau bisa melepaskan dirimu dari para Undead ku?"
"Menarik, tapi apa kau bisa menghindari serangan ku itu?"

"Mengejar target ya?"
"Kau benar-benar membuat ku kesusahan,"
"Kembalikan Miko, Izanami,"

"Kenapa kau selalu bersi keras seperti itu, Izanagi?"
"Kau membuat ku muak,"
"Kau akan menjadi korban kedua oleh tangan ku,"

"Korban kedua?"
"Apa maksudm-"
"Cih!"

"Hahaha, kau bahkan tidak bisa berbuat apa-apa ketika cairan itu mendekati mu,"

"Hah, kau benar-benar membuat ku kesusahan,"
"Kau bahkan membuat liburan ku tidak tenang,"
"Oleh sebab itu, aku akan mengambil Miko kembali,"

*Trzz

"Pedang listrik ya?"
"Apa kau pikir itu bisa melukai ku?"
"Kau bahkan tidak memiliki pijakan untuk berdiri,"

"Pijakan untuk berdiri? Apa kau yakin?"

"Bagaimana kau bisa berdiri di atasnya dengan keadaan baik-baik saja?"

"Itu bukan urusan mu, Izanami,"

"Cih!"

*Shiu

"A-?! Kau menyerang ku dengan kepala panas,"
"Kau tidak akan bisa mengalahkan ku dengan itu, Izanami,"

"Diam! Kau hanya perlu untuk mati saja, Luciel!"

"Uhm,"
*Wind
"Hah, kau membuat ku mengantuk,"
"Apa kau tidak bisa menyerang ku dengan serangan yang lebih baik?"

"Jangan besar kepala begitu, Luciel,"
"Kau hanya berhasil selamat dari salah satu serangan ku yang mematikan,"
"Jika kau menginginkan Miko kembali, kau harus mengalahkan ku, Luciel,"
"Dengan kata lain, bunuh aku,"

"Uhm,"

"Hah, kau tetap mempertahankan ketenangan mu itu ya?"
"Kau benar-benar menyebalkan,"
"Kita akhiri sekarang, Luciel!"

Membunuhnya? Berarti, aku juga membunuh Miko bukan? Aku tidak memiliki pilihan apa pun selain membunuhnya.

("Luciel,")

Miko, kau memang sedikit menyebalkan tapi kau tidak perlu mati bukan?

("Luciel,")

Aku teringat ketika kau tertidur, ketika aku menggendong mu.

("Luciel,")

Kau memasang wajah tak berdosa dengan gaya layaknya seorang bayi.

("Cura,")

Kau bahkan mennyembuhkan luka ku, ketika kau sedang tertidur.

"Matilah kau, Luciel!"

"Serangan frontal ya?"
"Kau ingin menyerang ku dari depan begitu ya?"

Wajah tertidur mu, wajah tak berdosa mu itu, berubah menjadi wajah seorang psikopat. Apa aku bisa melakukannya?

("Luciel,")

Kau bahkan menangisi ku, padahal aku tidak begitu peduli dengan mu. Apa yang harus ku lakukan sekarang? Uhm? Apa ini? Air? Apa aku menangis? Apa langit ikut menangis? Aku tidak tahu lagi.

"Kau diam saja seperti itu, Luciel!"

"Kau membuat ku muak saja, Izanami,"

"Hah, kau pikir kau bisa-"
"A-apa?! Kau berhasil menghindarinya?!"

Maafkan aku, Miko. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku tahu yang ku lakukan ini akan membunuh mu, tapi aku tidak mempunyai pilihan lain. Maafkan aku, Miko.
*Tears

"Hei! Apa yang kau lakukan?"
"Kenapa kau memegangi kepala ku seperti ini?"
"Lepaskan a-"

"Diamlah,"
"Thunder Cry!"
*Tears

*Doof!

Menyetrum kepala mu dengan tegangan tinggi ditambah oleh petir, maafkan aku, Miko.
*Tears

"K-k-k-k-kau!"
"M-m-m-menyetrum ku seperti ini,"
"S-s-s-sialan kau,"
"L-l-l-"

"Maaf, Miko,"

"Selamat tinggal, Luciel,"

"A-?! Miko?!"
"Oi! Miko!"
"Begitu ya,"
"Kau mengatakannya di detik-detik terakhir,"
"Detik-detik terakhir, ketika kau kembali dan menjelang kematian mu,"

*Rain

Uhm, tubuhnya? Tu-tu-tubuhnya menghilang. Kau mati dan menghilang, Miko.

*Clap
*Clap
*Clap

"Menarik-menarik,"

Devil Legacy & RealistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang