Hah, hari ini mempelajari hal yang tidak masuk akal ini lagi? Membuat ku muak saja, sebaiknya aku keluar kelas sekarang sebelum ini menjadi sesuatu yang sangat memuakkan. Alasan ku keluar sebaiknya apa ya? Ke Toilet, mungkin.
"Sensei, boleh aku keluar ke toilet?"
"Heh? Kau sudah berapa kali izin ke toilet ketika belajar dengan ku? Kau bahkan tidak pernah kembali setelah ku izinkan!"
"Tapi..,"
"Kenapa kau selalu keluar dari kelas ku hah?!"
"Jika kau tak suka belajar dengan ku, cepat katakan saja!"
"Baiklah,"
"Untuk apa mempelajari suatu hal yang tidak dapat kita buktikan sendiri?"
"Bagaimana mungkin kita bisa mempelajari suatu hal yang tidak bisa kita lihat bahkan kita tidak dapat membuktikannya?!"
"Itulah sebabnya aku selalu izin keluar karena muak dengan pelajaran ini, pelajaran ini tidak dapat di buktikan bagaimana pun caranya!"
"Luciel!"
"I-iya?"
"Ke ruang guru sekarang juga!"
"Tidak,"
"Kalau aku kesana, aku pasti di marahi bukan?"
"Untuk apa aku kesana, kalau aku sudah mengetahui arahnya kemana,"
"Apa kau tidak malu? Semua orang disini, teman-teman mu bahkan para guru mempercayai agama ini, karena agama itu tidak dapat di buktikan, hanya dapat di yakini dan di percayai!"
"Aku tidak peduli,"
"Aku tidak menyukai teorinya,"
"Teori yang menyebalkan,"
"Keluar dari kelas ku sekarang juga dan jangan pernah masuk kelas ku!"
"Baiklah, itu lebih baik daripada disini,"
"Kau...!"
"Sampai jumpa,"
*Buk!
"Aww,"
"Kau anak sialan, ikut aku ke ruang guru sekarang juga!"
"Aku tidak mau!"
"Kenapa aku harus ke sana karena aku tidak mempercayai agama?"
"Apa hubungannya?"
"Kenapa aku harus kesana?"
"Bahkan sensei sekalipun hanya ingin menghukum ku karena aku selalu keluar dari kelas sensei bukan?"
"Jadi, kenapa aku harus kesana?!"
"Kau...!"
"Pergi sekarang juga! Mengerti!"
"Tidak!"
"Aku tidak akan pergi kesana!"
"Aku pergi dulu!"
"Bukannya sensei sendiri yang menyuruh ku keluar sensei?!"
"Kenapa aku harus kena marah akan hal itu?!"
"Itu tidak masuk akal, itu benar-benar tidak logis, ketika di lihat dari segi mana pun!"
"Oleh sebab itu, aku tidak akan kesana dan aku akan keluar dari kelas setiap belajar agama!"
Guru yang satu ini memang menyebalkan sekali, apa aku harus memukulnya sampai tewas? Benar-benar membuat ku muak!
"Uhm, sensei tidak usah terlalu keras padanya,"
Oh, si ketua kelas sudah mulai beraksi ternyata. Miko memang hebat, dapat menenagkan guru yang marah layaknya anjing yang mengamuk di tenangkan oleh tuannya. Tapi, sepertinya yang seperti ini sudah tidak dapat di hindari lagi bukan? Bahkan Miko sekalipun, tidak dapt menenagkan guru yang satu ini.
"Diam Miko!"
"Kau tidak usah mendukung Luciel!"
"Biarkan saja aku memarahi Luciel yang tidak tahu diri ini!"
Sudah kuduga, ia tidak dapat menenangkan guru yang satu ini. Bahkan, ia bisa saja terkena masalah karena menolong ku. Apa dia menjadi bodoh? Kenapa ia mau menolong ku? Biasanya, ia mengutamakan dirinya aman dulu baru memikirkan orang lain. Dasar...
"Aku sebagai ketua kelas juga mempunyai hak untuk bicara kan sensei?!"
"Aku hanya menggunakan hak ku!"
"Tapi, kau tidak perlu untuk menolong anak bodoh yang satu ini!"
"Orang yang tidak mempercayai adanya tuhan sepertinya, tidak pantas untuk di tolong!"
"Orang bodoh?"
"Ya! Kau memang bodoh Luciel!"
"Bukannya, sensei sendiri yang orang bodoh?"
"Apa katamu?!"
"Luciel..,"
"Sensei adalah orang BODOH yang mempercayai suatu hal yang tidak dapat di lihat, tidak dapat di buktikan, dan tidak dapat di pastikan kebenarannya!"
"Mengerti!"
"Aku pergi dulu!"
"Beraninya kau Luciel!"
*Step!
"Luciel,"
Ketika itu aku melihat Miko sedang menangis merangkul ku agar aku tidak pergi keluar kelas. Dan itu adalah hari terakhir ku melihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Legacy & Realist
ActionLuciel, anak yang di tinggal mati oleh kedua orang tuanya. Ketika berumur 10 tahun, ibunya meninggal dan ketika ia berumur 17 tahun, ayahnya meninggal menyusul ibunya. Kini dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Keluarga Ayahnya maupun keluarga Ibuny...
