Baiklah, mereka semua mengikutinya sesuai dengan rencana. Aku dan pasukan 1 akan memecah menjadi 2 pasukan. Pasukan 1A akan dipimpin oleh ku dan pasukan 1B akan dipimpin Focalor. Pasukan 1A akan menyerang dari utara dan pasukan 1B menyerang dari selatan. Pasukan 2 akan menyerang dari Barat dan pasukan 3 akan menyerang dari Timur Laut. Pasukan 4 akan menyerang dari Barat Daya dan Pasukan 5 akan menyerang dari Tenggara. Pasukan 6 akan menyerang dari Barat Laut dan aku akan menyerang sari Timur. Setelah pasukan 1A sudah mengepung bagian Utara, aku akan segera bergegas menuju lokasi di Timur. Samael akan membukakan gerbang dari Timur dan dilanjutkan ke Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut, Utara, dan Timur Laut. Interval antar terbukanya gerbang berkisar 30 menit. Dengan kata lain, pasukan 3 akan menahan serangan musuh dalam kurun waktu lebih kurang 210 menit atau setara dengan 3,5 jam. Kami harus bergegas untuk meghemat waktu itu.
"Luciel,"
"Apa?"
"Kita sudah mendekati gerbang Utara,"
"Bukannya kau akan segera menuju gerbang Timur?"
"Timur? Ya, tapi aku tidak bisa meninggalkan kalian selagi disini berisikan musuh yang berbahaya,"
"Uhm,"
Mereka adalah hasil percobaan para Angel. Jumlah mereka sekitar 20? Hmm, sepertinya mereka hanya memiliki jumlah yang sedikit per tiap gerbang. Dan gerbang Utaralah yang memilki musuh terbanyak. Mereka berniat menguras habis tenaga kami semuanya, aku harus menghabisi mereka dengan cepat.
"*Trek!"
"Bagaimana keadaan disana semuanya?"
"Disini Focalor, jumlah musuh di gerbang Selatan berjumlah 5, tersisa 4,"
"Disini Azazel, jumlah musuh di gerbang Barat berjumlah 10, tersisa 3 lagi,"
Berjumlah 10 dan tersisa 3? Pasukan mu terlalu kuat, Azazel.
"Disini Baal Berith, jumlah musuh di gerbang Timur Laut berjumlah 12, tersisa 5,"
Bertahanlah, Pasukan 3. Kau tahu pasukanmulah yang paling lama berada dalam kondisi siaga, Baal Berith.
"Disini Beleth, jumlah musuh di gerbang Barat Daya berjumlah 8 dan sudah habis,"
Apa?! Habis seketika? Beleth pasukan mu itu..
"Disini Beelzbub, jumlah musuh di gerbang Tenggara berjumlah 15, tersisa 3,"
Kau juga ikut-ikutan Beel?
"Disini Sariel, jumlah musuh di gerbang Barat Laut berjumlah 2, tersisa 1,"
"Musuh memiliki kemampuan untuk meregenerasi disini,"
Regenerasi? Apa-apaan itu?! Ini benar-benad diluar dugaan ku!
"Disini Luciel, jumlah musuh di gerbang Utara berjumlah 20, tersisa 5,"
"Pasukan berapa yang telah menyapu habis musuhnya?"
"Pasukan 2, siap!"
"Pasukan 4, siap!"
"Pasukan 5, siap!"
Pasukan 2, 4, 5? Kalau begitu, pasukan 2 dan 4 membantu pasukan 6 dan pasukan 5 membantu pasukan 1A.
"Baiklah, pasukan 2 dan 4 bantulah pasukan 6,"
"Pasukan 5 bantu pasukan 1A,"
"Aku akan menuju gerbang Timur Laut dan Timur,"
Beruntung aku membawa radio ini. Aku mengubah frekuensinya menjadi gelombang listrik milik ku, ternyata berguna sekali aku membawanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Legacy & Realist
ActionLuciel, anak yang di tinggal mati oleh kedua orang tuanya. Ketika berumur 10 tahun, ibunya meninggal dan ketika ia berumur 17 tahun, ayahnya meninggal menyusul ibunya. Kini dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Keluarga Ayahnya maupun keluarga Ibuny...
