22

52 9 2
                                        

Gadis itu kini sedang memandang langit yang kian menggelapa karena sebentar lagi akan turun hujan. Jika diingat-ingat lagi pada saat turun hujan saat itu juga Pandu meninggalkannya. Sebulir air mata jatuh di pipinya bersamaan dengan rintik hujan yang turun dari langit.

Gadis yang memakai celana jeans berwarna hitam serta jaket kulit berwarna senada dengan celana dan rambut tergerai itu tetap membiarkan dirinya duduk di bangku taman kota meski hujan kian deras. Air matanya terus mengalir namun tidak terlihat karena adanya air hujan yang juga menyentuh wajahnya.

"Lo ngapain hujan-hujanan?" Alexa tersentak kaget ketika mendapati Rio sedang berdiri di sampingnya.

"Lo bikin gue kaget tau!"

"Ck! Lo nangis ya." Alexa terdiam, sibuk mencari alasan.

"Air hujan." Rio kemudian membulatkan mulutnya.

Dan sesaat setelahnya hujan deras kemudian turun membuat pakaina yang mereka kenakan basah seketika.

"Alexa ayo berlindung." ajak Rio sambil mencari pepohonan yang daunnya sedikit lebat.

"Ah gak mau udah terlanjur basah juga, lo aja sendiri." setelah itu Alexa berlari persis seperti anak kecil yang baru diizinkan ibunya bermain hujan.

Mata Rio melotot melihat Alexa yang berlari ke sana kemari dengan senyum yang terukir di wajahnya. Ia tahu bahwa Alexa tadi itu menangis dan mengatakan kebohongan padanya.

"WOI LEXA, HUJAN! NANTI LO SAKIT." teriak Rio kembali.

"Gak peduli gue mah." ucap Alexa masih sambil menari-nari di atas hujan.

"Awas lo ya, gue tangkep." ucap Rio kemudian berlari ke arah Alexa.

"Coba aja kalau lo bisa." Alexa kemudian berlari menghindari Rio yang sedang mengejarnya.

Mereka pun berlari bersama menikmati hujan yang begitu lebat. Rio tidak peduli lagi pada pakaiannya yang sudah basah.

"Nah gue tangkep kan lo." Rio akhirnya menangkap namun seketika tubuh Alexa menegang posisi Rio yang memeluknya dari belakang membuat dirinya menegang dan detak jantungnya kini tidak bisa dikontrol lagi.

Rio yang menyadari posisi mereka langsung melepaskan pelukannya lalu memegang tangan Alexa dan membalikan tubuh gadis itu.

Alexa tertawa terbahak-bahak ketika tangan milik Rio menggelitik pinggangnya.

"Rasain. Kenakan lo, hahaha" ucap Rio yang masih saja melancarkan aksinya di tengah hujan yang lebat.

"Hahaha..ih geli...hahah....tau nggak...hahaha" ucap Alexa sambil tertawa.

Rio kemudian berhenti menggelitik Alexa membuat Alexa yang digelitik kewelahan dan tertidur di atas rerumputan membiarkan hujan yang deras menyentuh wajahnya hingga rasanya sakit.

Rio yang melihat Alexa ikut berbaring di rumput yang sudah basah terkenah hujan. seulas senyum kini terpancar di wajahnya, debaran jantungnya kini tak bisa lagi diajak kompromi sama halnya dengan Alexa.

"Gue capek lo giletikin tau." ucap Alexa lalu menolehkan kepalanya ke samping.

"Sorry deh gak maksud, hahaha." ucap Rio sambil tertwa.

"Gak maksud pala lu taik." ucap Alexa dongkol.

"Idih ngambekan." Rio kemudian menoleh ke arah Alexa membuat mata mereka saling bertemu kembali.

Mereka terlalu fokus dengan pikiran masing-masing dan tidak menyadari ada seseorang sedari tadi sedang memperhatikan mereka dengan perhatikan benci.

CHOOSETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang