Author POV
Suara lonceng berbunyi bersamaan dengan masuknya Allison kedalam sebuah restaurant yang terletak dipusat kota New York, jika dilihat dari namanya restaurant itu adalah restaurant yang menyajikan makanan khas italia, favoritnya.
Via Della Pace,
Salah satu restaurant yang menurutnya menyimpan sebuah kenangan terburuk dalam hidupnya. Sebetulnya semenjak kejadian itu, ia tak pernah mau atau bahkan berniat untuk mengunjungi restaurant yang sempat menjadi tempat makan favoritnya itu lagi.
Namun entah apa yang merasukinya sehingga ia mau mengunjungi restaurant italia itu lagi kali ini. Ia hanya merasakan suatu firasat yang baik mengenai restaurant ini, maka dari itu ia pergi kesini, seorang diri.
"Selamat datang, sudah pesan meja?" Sapa salah satu pelayan dengan ramahnya begitu Allison masuk kedalam. Allison tersenyum kecil lalu menjawab, "uh, belum. Apa masih ada tempat kosong disini?"
Pelayan itu terlihat membuka lalu membolak-balik buku kecil yang dipegangnya. Sepertinya itu data reservasi meja. "Kami masih memiliki 2 tempat kosong yang terdiri dari 4 kursi dan 6 kursi." Jawab pelayan itu.
"Aku mau yang 4 kursi,"
Pelayan itu mengangguk dan segera menunjukan tempat kosong yang bisa ditempati Allison, kemudian setelah Allison duduk pelayan tersebut langsung memberikan buku menu kepada Allison.
Seperti biasa, Allison menolaknya. Ia sudah hafal betul dengan makanan yang ada disini. "Tidak perlu. Aku ingin spaghetti carbonara dan lemon tea saja." Ucap Allison disusul oleh anggukan mengerti dari pelayan tersebut.
Sambil menunggu makanan dan minuman yang dipesan nya datang, Allison mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru restaurant. Beberapa kali ia tersenyum miris dikala melihat banyak pasangan kekasih yang sedang menghabiskan waktunya disini. Saling bercengkrama dengan tangan yang menyatu satu sama lain, atau sekedar bercanda dan tertawa kecil.
Semua yang dilihatnya malah membuatnya kembali memikirkan Harry, meskipun terhitung sudah hampir 3 bulan lamanya ia sama sekali tidak berkomunikasi dengan Harry atau bisa dibilang mereka lost contact. Dikarenakan Allison yang mengganti nomor teleponnya. Allison terkadang masih merasa bahwa dirinya masih memiliki suatu hubungan dengan laki-laki itu.
Pikiran Allison pun berputar, kembali mengingat pembicaraan terakhirnya dengan Harry melalui telfon pada saat hari kelulusan nya. Malam itu sungguh terasa spesial bagi Allison, karena saat itu ia dan Harry bisa kembali berbicara layaknya seorang teman atau sahabat dekat. Tanpa kecanggungan ataupun emosi yang meredam.
"Hey," suara Harry terdengar jauh lebih serak daripada biasanya. Dan itu membuat Allison dengan susah payah menahan gejolak dalam hatinya.
"Hey, H-harry." Jawab Allison sedikit canggung. Tentu saja ia gugup, ia bahkan sudah hampir sebulan tidak berbicara pada mantan kekasihnya ini.
"Selamat atas kelulusanmu, Ally! Aku harap aku bisa berada disana untuk menemanimu, tapi sayangnya aku tak bisa," Harry berucap dengan nada penyesalan nya.
Allison hanya tersenyum kecil mendengar suara Harry, perasaan aneh mulai dirasakan nya. Sudah berapa lama ia tak mendengar suara Harry yang seperti ini?
"Ya, tidak apa. Ada keluargaku disini. Lagi pula kau tidak perlu datang ke acara itu sebetulnya. Aku mengerti kau memiliki banyak pekerjaan yang lebih penting daripada datang ke acara graduation-ku." Contohnya, menemani Valerie mencari gaun untuk pernikahan kalian beberapa bulan lagi, batin Allison ironi.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEW YORK CITY
Fanfiction[ COMPLETED ] "The city comes alive when we're together." Allison Stunner, seorang mahasiswa dari sebuah universitas terkenal di New York menjalin hubungan dengan seorang Harry Styles bintang pop terkenal dunia yang namanya sangat dieluh-eluhkan ol...
