Happy reading.
Mereka sudah berkumpul diruang tengah rumah bagas setelah makan diluar tadi, kini mereka sedang asik bercerita ria.
"Gas renovasi lagi ini rumah, tambah kamar lagi dua dan ruang tengah di perlebar serta buat khusus ruang main untuk anak kalian kelak, nanti jika ada keluarga dari nana atau kita semua datang kesini ini rumah jadi pengap, belum lagi adekmu wilda mau kuliah disini, soal biaya ayah tanggung semua kamu nggak perlu ngeluarin biaya." Ucap ayahmer
"Rencana sih emang bagas mau renov yah, nggak usahlah yah nanti pake uang bagas aja cukup kok." Jawab bagas halus agar ayahmer tidak tersinggung.
"Uang pernikahan semua pake uang kamu.! Lalu ayah nyumbang apa sama kamu kak." Tanya ayah bagas yang memang kadang" menggunakan kakak atau gas.
"Bener apa kata ayah kak, biarin lah kami nyumbang kemarin juga nenek yang nyuruh kami untuk nyumbang juga kamu itu anak satu-satunya laki" dan akan menjadi pewaris nantinya." Tutur ibumer
"Iya kak biar ih ayah nyumbang nanti kamar wilda wallpapernya harus pink dan cantik." Ucap wilda membayangkan kamarnya pink dan banyak boneka".
"Sok sok an mau kamar pink emang udah bisa tidur sendiri dek." Ledek bagas pasalnya iya tau wilda belum bisa tidur sendiri. "Ya kalau gitu bagas ucapin terimakasih sama kalian". Sambung bagas.
"Ihh kakak kah gitu, nanti kan ibu yang tinggal disini dulu selama sebulan nemenin wilda.! Yakan bu.?" Ucap nana.
"Iya nanti ibu juga kuliah disini selama seminggu aja wil." Jawab ibumer.
"Kulkas bagas kosong, keluar yuk sekalian jalan". Usul bagas, wilda yang paling terdahulu setuju yang lain hanya tertawa melihat kelakuan wilda.
Mereka semua sudah berada dipusat perbelanjaan tepatnya grand mall matahari, nana dan bagas ketempat sayur-sayuran, sedangkan ayahmer, ibumer serta wilda ketoko pakaian dan sepatu pasalnya wilda merengek ingin membeli baju dan sepatu, akhirnya mereka mengikuti kemauan wilda dan akan bertemu dengan bagas dan nana di tempat makan karena bagas masih lapar katanya.
(Bagas memang kuat makan, beruntung diberikan perut yang rata dan mungkin terdapat beberapa kotak" diperutnya)
"Dek kebagian daging aja napa, nggak usah ketempat sayur dek." Rajuk bagas sambil satu tangan mendorong trolli dan satunya lagi menarik" baju nana.
"Ihh kakak beli sayur dulu nanti beli daging, sayur itu sehat kak." Balas nana kekeh ketempat sayur-sayuran.
"Daging juga sehat ko dek, pokoknya ayok ketempat daging dek." Balas bagas nggak mau kalah.
Nana menghembuskan nafasnya kasar mencoba lebih meningkatkan kesabarannya lagi.
"Nana beli sayurnya sedikit aja kok kak, nanti kakak deh yang pilih mau yang mana untuk bisa masuk keperut kakak, habis itu kita ketempat daging ya.! Ucap nana sambil mengelus lengan suaminya.
"Janji ya kakak pilih.?" Ucap bagas dan nana mengangguk senang.
Akhirnya mereka sudah memilih sayur sesuai dengan perkataan nana tadi bagaslah yang memilih sayur-sayurrannya, kini bagas dan nana sudah berada di tempat daging dan ikan.
"Ingat kak nana nggak akan mau masak daging sapi dan ikan yang aneh". Ucap nana mengancam.
"Iya sayangku nggak akan deh makan daging sapi serta ikan yang aneh kalau lagi sama kamu." Jawab bagas mengelus rambut nana, sontak hal tersebut membuat nana merona dengan ucapan serta perlakuan bagas, mereka bersua menjadi pusat perhatian yang di menjadi pusat perhatian malah santai aja.
"Ih kak malu tau kita jadi pusat perhatian kan, kakak sih pake bilang sayang dan ngelus rambut nana segala." Omel nana
"Lah emang salah kakak panggil sayang.? Kamukan kesayangan dan kecintaan kakak." Sahut bagas,,,,,,"biarin mereka mau ngapain, nggak usah perduli mah." Sambung bagas.
Akhirnya bagas dan nana telah selesai belanja bulanan bagian dapur aja, bagian sabun dan kamar mandi belum, sekarang mereka menuju rak sabun, pasta gigi, pewangi pakaian, shampo, super pel.
"Ya ampun dek kamu udah umur berapa sih.? Masih aja pake pewangi baby pure ini." Komentar bagas pada nana yang memasukkan pewangi itu kedalam trolli.
"Umur 18 tahu kak, kakak nggak suka ya, ya udah nana simpan lagi kita pilih pewangi kesukaan kakak". Jawab nana
"Ehh nggak dek, jangan di simpan lagi nggak papa kakak pake pewangi yang sama aja biar setiap hari kakak ngerasa kamu di samping bagas." Gombal bagas sambil berjalan kekasir untuk membayar belanjaannya.
Setelah mereka selesai malan kini mereka memutuskan untuk langsung pulang, bagas menarik kepala nana agar bersandar di dada bidang nya.
Sesampainya mereka dirumah bagas mereka langsung turun dan menuju kamar masing" untuk istirahat.
****Bersambung****
Typo bertebaran.
Penulis amatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Hidupku
RomanceDua insan manusia yang sama-sama belum pernah mengenal cinta namun berusaha mengarungi bahtera rumah tangga. bagaemana kah kehidupan dua insan manusia ini, berhasilkah atau sebalikanya??
