11 :: BLUSHING (2)

1.8K 188 35
                                        

Udara malam ini begitu dingin namun gadis itu masih betah berlama-lama duduk di kursi yang ada di taman kota. Gadis dengan sweater coklat yang membungkus tubuh mungilnya itu dan sebuah kamera menggantung di leher gadis itu, ia terus mengembangkan senyum di bibirnya.

Gadis itu memotret segala aktivitas yang ada di sekitarnya, di taman itu.
Meskipun baru saja diguyur hujan, taman kota malam ini begitu ramai. Tangannya dengan cekatan memotret apa saja yang menurutnya menarik.

Gadis itu melihat kembali foto hasil jepretannya dengan senyum manis di bibirnya. Dahinya mengernyit saat ia melihat seseorang yang tidak sengaja dan tidak asing ada di foto yang tadi ia ambil.

Gadis itu mengedarkan pandangannya ke penjuru taman mencari seseorang itu, namun apa yang dirinya cari tidak ia temukan. Gadis itu menghela napas dan kembali duduk di kursi yang tadi didudukinya.

Pandangan gadis itu masih terfokus pada kamera yang dipegangnya. seseorang menyodorkan segelas choco latte tepat di depan gadis itu, membuat ia mendongakkan kepalanya dan mengernyit. Gadis itu menoleh ke sebelah kanannya matanya bertemu dengan mata coklat muda yang berbinar itu.

"Kamu?" seru gadis penyuka warna coklat itu.

"Minum" cowok itu menyodorkan kembali segelas choco latte.

Tangan Olive terulur menerima segelas choco latte hangat dari cowok itu.

"Kok kamu tau aku suka choco latte?" tanya Olive mengintimidasi.

Cowok itu mengendikkan bahunya "Gatau."

Olive mengernyit sesaat kemudian kerutan di dahinya hilang. Gadis itu menusukkan sedotan pada tutupnya dan mulai meminum choco latte hangatnya.

"Kamu ngapain di sini?" matanya kini menatap cowok di sampingnya.

"Jagain lo" ucap cowok itu tanpa menolehkan kepalanya.

"Ha? Maksudnya?" bingung Olive.

Cowok itu menghela napas pelan "Takut lo diculik."

"Ihh, Vano apaan sih. Emang aku anak kecil apa?" gadis itu mengerucutkan bibirnya.

Vano terkekeh melihat wajah gadis di sampingnya yang begitu menggemaskan.

"Kenapa ketawa" judes Olive.

"Jangan galak-galak."

"Biarin" gadis itu mengalihkan pandangannya.

"Nanti gue pergi kalo lo galak-galak" ucap Vano dengan kekehannya.

Deg.

Gadis itu tidak mengerti dengan apa yang dikatakan cowok itu yang jelas perasaannya campur aduk entah karena apa gadis itu tidak tahu. Olive terdiam untuk beberapa saat, Vano berdehem membuat gadis itu kembali dari lamunannya.

"Vano, apa sih!"

Vano kembali terkekeh "Ve, fotoin gue dong." Vano memposisikan duduknya menghadap gadis itu dengan kaki kirinya ia lipat di atas kursi yang ia duduki.

Olive yang masih belum mengerti mengernyitkan dahinya "Ha?"

"Itu kan lo bawa kamera fotoin gue ya" cowok itu menaik turunkan alisnya dan tersenyum pada gadis di sampingnya.

Olive dia sesaat memperhatikan senyum Vano yang entah kenapa membuat gadis itu malu sendiri, lalu menatap kameranya untuk sesaat gadis itu mengangguk.

"Yess" girang Vano "Ntar kalo lo kangen gue, lo liat aja foto gue."

"Apaan sih, ngapain juga aku kangen kamu" ketus Olive.

Olive segera mengambil gambar cowok di hadapannya itu dengan berbagai gaya. Vano yang tersenyum manis dengan mata tertutup ke arah kamera membuat jantung gadis itu berdegup lebih cepat dari sebelumnya.

Vanolive [ NEW VERSION ] HIATUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang