Cowok berambut pirang duduk di atas motor ninja berwarna hitam miliknya. Kedua tangannya memegang sisi jaket, mendekatkan kedua sisinya. Karena ia merasa kedinginan sekarang.
Sesaat tangannya merogoh benda pipih dari dalam celananya, lalu membuka aplikasi chatting. Men-scroll nama seseorang dan mengetikkan sebuah pesan, sebenarnya ia ragu melakukan ini tapi mau bagaimana lagi.
“Hei,” seru seseorang menepuk bahunya membuat cowok itu terperanjat.
Cowok berambut pirang itu, Gefran. Kepalanya menoleh ke kiri, dahinya mengernyit saat tahu siapa yang ada di sebelahnya sekarang.
Seorang gadis dengan sweater abu-abu yang dipadukan dengan celana jeans putih dan sepatu yang dominan dengan sweater yang dipakainya.
Rambutnya ia biarkan terurai. Ia, Olive tersenyum kepada Gefran.
“Lo ngapain di sini?” Gefran celingukan sendiri, “lo sama siapa?”
“Sendiri,” Olive menampakkan deretan gigi putihnya.
Gefran mengernyitkan keningnya, “Kenapa lo bisa di sini?”
Olive kembali tersenyum, “Oh, tadi gak sengaja lewat. Terus aku liat kamu yaudah, aku samperin aja.”
“Sekalian mau kasih sesuatu,” lanjutnya.
“Apa?” Gefran mengangkat sebelah alisnya.
Tangan Olive merogoh tas slempang warna abu-abu dengan gambar kucing berwarna putih di bagian depannya. Terlihat manis saat gadis itu yang memakainya.
“Ini,” Olive menyodorkan sebatang coklat pada cowok di sebelahnya.
Gefran hanya diam, kerutan di dahinya kembali muncul. “Coklat?”
Olive mengganguk namun, Gefran tidak ada niatan sedikitpun untuk menerima coklat itu.
“Ini,” ulang Olive.
“Gak,” Singkat Gefran menatap lurus ke depan, “gue gak suka coklat.”
Sebenarnya bukan apa-apa dia menolak pemberian gadis manis itu dan ia tidak sepenuhnya berbohong.
Cowok itu memang tidak terlalu menyukai coklat menurutnya coklat membuat eneg.
Olive memberengut, “Ih, gapapa kali makan coklat asal jangan banyak-banyak.” Gadis itu mulai membuka bungkusnya.
“Anggap aja ini permintaan maaf dari aku. Gara-gara aku, kamu sama Vano jadi marahan.”
Gefran tetap diam. Matanya terus mengawasi gadis di depannya.
“Makan,” Olive menyodorkan coklat berbentuk persegi kecil itu pada Gefran.
“Gak.” Gefran menjauhkan kepalanya.
Olive mendengus kesal. Jari telunjuk dan ibu jarinya memegang kedua pipi Gefran membuat mulut cowok itu berbentuk seperti huruf ‘O’
Gefran yang terkejut dengan apa yang dilakukan gadis itu membulatkan matanya tak percaya.
“Aaa,” Olive memasukkan coklat itu ke dalam mulut Gefran.
Untuk beberapa detik keduanya saling tatap dengan Gefran yang perlahan mengunyah coklat di dalam mulutnya.
Gefran dapat dengan jelas melihat wajah manis gadis di depannya meskipun hanya lampu berwarna kuning yang menerangi malam itu.
Olive yang tersadar menjauhkan tangannya dan berupaya mengalihkan pandangannya sekaligus menyembunyikan pipi yang sekarang sudah memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanolive [ NEW VERSION ] HIATUS
Teen Fiction[VERSI BARU] Bimbang. Satu kata yang mewakili cerita ini. Kenapa? Karena di sini kalian akan merasakan suka sekaligus benci disaat yang bersamaan. Siap bertemu dengan mereka yang akan membuatmu jatuh hati dalam sekejap lalu menjatuhkan hatimu samp...
![Vanolive [ NEW VERSION ] HIATUS](https://img.wattpad.com/cover/105164117-64-k571507.jpg)