24 :: suspicion

1.5K 113 24
                                        


Matahari masih bersinar lemah siang ini, karena awan mendung sedari tadi sudah berkumpul di atas langit siap menjatuhkan tetes hujan.

Lagi. Cowok berambut coklat melajukan motornya santai wajahnya sedari tadi berseri.

Ia sekarang ikut berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah. Pandangannya lurus ke depan namun, entah apa yang membuat cowok itu tertarik untuk menolehkan kepalanya ke kanan.

Dia menajamkan matanya menatap seorang gadis yang duduk di salah satu cafe yang tidak asing baginya, bahkan sangat dikenalnya.

Sesaat kemudian cowok itu melirik arlogi hitam di tangan kirinya.

Ia segera membelokkan motornya ke tempat itu, rencananya kini berubah dari sebelumnya.

Cowok bermata coklat muda itu melangkahkan kakinya ke meja dimana seorang gadis duduk sendirian dengan seragam putih abu-abu yang masih ia kenakan.

Seulas senyum terukir membuat lesung pipi cowok itu terlihat manis. Kedua telapak tangannya berusaha menutup mata gadis yang duduk membelakanginya.

Gadis itu mendongakkan kepalanya, tangannya berusaha menyingkirkan kedua tangan yang menutup mata gadis itu.

"Ih, siapa sih?"

"Coba tebak siapa," ucap cowok itu dengan suara yang ia buat berbeda.

Gadis itu. Olive mengernyit dengan mata yang masih tertutup, "Siapa sih, gausah jail, deh!" ketus Olive, "Lepasin gak! Atau aku teriak,"

Vano mengendurkan kedua tangannya dan berjalan ke arah bangku di depan gadis yang kini berusaha menetralkan cahaya yang masuk ke matanya.

"Gak seru, ih." Vano mengerucutkan bibirnya.

Olive menautkan kedua alisnya menatap cowok yang kini duduk di depannya, "Vano?"

Cowok itu mengendikan kepalanya menatap Olive, "Apa?"

"Kamu ngapain di sini?" tanya Olive yang heran tiba-tiba bisa bertemu cowok berlesung pipi itu.

"Lo sendiri ngapain di sini?" Vano balik bertanya.

Olive mendengus pelan, "Aku beli minumlah."

"Yaudah, kalo gue temenin lo," ucap Vano seadanya.

"Serius, ih. Tau dari mana aku di sini?" tanya Olive menyelidik.

Vano meletakkan kedua tangannya yang sudah ia lipat di atas meja, badannya sedikit maju menatap gadis yang kini juga menatapnya.

"Apa sih yang gak gue tahu dari lo," cowok itu menaik turunkan kedua alisnya.

Olive memelototkan matanya, tangannya memukul lengan Vano.

"Gausah gombal!" galak Olive.

Vano meringis sambil mengusap pelan lengannya yang sebenarnya tidak sakit karena Olive memukulnya cukup pelan.

"Sakit ya? Aduh, maaf aku gak sengaja," ucap Olive takut.

Cowok itu melirikkan matanya ke depan dan terkekeh, "Cie khawatir cie."

Raut wajah Olive langsung berubah, gadis itu mendengus pelan.

Beberapa saat setelahnya hening yang menemani keduanya.

Olive sibuk meminum chocolate lattenya sedangkan Vano sedari tadi sibuk memperhatikan gadis di depannya dengan senyum yang terus terukir di bibirnya.

Dan berhasil membuat Olive jadi salah tingkah diperhatikan seperti itu.

"Kamu ngapain, sih liatin aku mulu?" tanya Olive risih, "gak sopan tau."

Vanolive [ NEW VERSION ] HIATUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang