"Ayo, pulang." Ajak Vano berdiri dan menggengam tangan Olive.
Gadis dengan rambut yang dikucir kuda itu hanya diam menatap cowok di sampingnya.
Vano menaikkan kedua alisnya dan mengangguk mengisyaratkan agar gadis itu berdiri.
"Eh, aku bisa pulang sendiri kok."
"Gue anter, biar lo gak ilang di jalan."
Olive mendengus kesal "Aku tau jalan pulang ke rumah, Vano."
"Lagian aku udah gede, bisa pulang sendiri." Lanjutnya.
Vano hanya memutar bola matanya lalu menarik pelan tangan Olive. Tidak peduli dengan apa yang dikatakan Olive.
Gadis itu hanya bisa pasrah saat Vano memaksanya, di sisi lain Olive senang bisa pulang bareng cowok semanis Vano.
"Emang kamu tau rumah aku?" tanya Olive saat mereka sampai di parkiran.
Vano memutar bola matanya,
"Taulah, kan gue pernah nganterin lo pulang."
Olive yang baru ingat hal itu memejamkan matanya rapat, tangannya ia kepalkan dan memukul dahinya sendiri pelan.
Ia merutuki dirinya sendiri. Merasa bodoh bertanya seperti itu pada Vano.
Vano yang melirikan matanya ke arah gadis itu hanya terkekeh pelan. Melihat tingkah Olive.
"Buruan naik," perintah Vano.
Setelah memakai helm yang diberikan oleh Vano, Olive langsung naik di atas motor ninja milik cowok itu.
Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara keduanya.
Vano yang terfokus pada jalanan menatap lurus ke depan, sedangkan Olive sedari tadi menatap langit.
Ia rasa sebentar lagi akan turun hujan.
Karena awan hitam sudah berkumpul ditambah lagi angin yang berhembus terasa lebih dingin dari sebelumnya.
Dan benar saja, baru beberapa menit rintik hujan mulai turun dan semakin lama rintik-rintik kecil itu berubah menjadi hujan deras.
Vano meminggirkan motornya, untuk berteduh disebuah warung yang tertutup rapat.
Keduanya turun dari motor dengan keadaan yang sudah basah akibat guyuran hujan.
Vano melepas helm full-facenya dan mengacak rambutnya membuat tetes-tetes air hujan yang ada di rambutnya berjatuhan.
Olive yang tidak sengaja melihat Vano hanya bisa menikmati pemandangan itu, kapan lagi bisa melihat hal seperti ini.
Olive tahu sekarang jika Vano terlihat lebih keren jika sedang seperti ini dan berhasil membuat pipi gadis itu merah.
Vano mendongakkan kepalanya dan mendapati Olive sedang menatap dirinya.
Ia mengernyitkan dahi.
Vano memajukan wajahnya ke arah gadis itu lalu meniup wajah Olive membuat poninya yang sedikit basah tertiup ke atas.
"Gue tau gue ganteng, tapi liatinnya biasa aja dong." Ucap Vano dengan senyumnya.
Olive mengerjapkan matanya berkali-kali dan mendengus. Karena acara menatap cowok ganteng itu ketahuan.
Matanya kini melihat lurus ke depan, menatap rintik hujan yang berjatuhan di jalanan yang sepi.
Kedua tangannya ia lipat di depan dada. Tidak ada pembicaraan hanya kecanggungan diantara keduannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanolive [ NEW VERSION ] HIATUS
Novela Juvenil[VERSI BARU] Bimbang. Satu kata yang mewakili cerita ini. Kenapa? Karena di sini kalian akan merasakan suka sekaligus benci disaat yang bersamaan. Siap bertemu dengan mereka yang akan membuatmu jatuh hati dalam sekejap lalu menjatuhkan hatimu samp...
![Vanolive [ NEW VERSION ] HIATUS](https://img.wattpad.com/cover/105164117-64-k571507.jpg)