35 :: Ra(in)bow

1.5K 100 28
                                        

Ini sudah hari ke tiga setelah Gefran keluar dari rumah sakit dan berarti ini adalah hari ke lima Olive masih marah pada Vano.

Beberapa hari ini Olive terlihat jadi lebih murung dan pendiam, saat istirahat gadis itu juga lebih memilih diam di dalam kelas atau sekedar membaca buku di perpustakaan daripada makan di kantin.

Seperti sekarang ini, gadis bermata cokelat madu itu duduk di bangku paling pojok, membaca buku yang dibelinya beberapa hari yang lalu.

Kelas sangat sepi, semuanya sudah pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan sejak jam pelajaran tadi dan kini hanya meninggalkan dirinya sendirian.

Ia tidak berniat untuk beranjak dari dalam kelas, Olive juga tidak lapar karena dirinya sudah memakan bekal roti isi buatan mamanya.

“Nama lo, Olive kan?” suara itu membuat Olive terkejut dan langsung mendongak.

Olive mengganguk, “Iya,” matanya tak lepas dari gadis dengan rambut sebahu yang kini berdiri di sampingnya.

Olive bahkan tidak mendengar derap langkah gadis itu saat masuk ke dalam.

“Ada apa, ya?” tanya Olive bingung.

Gadis yang diyakini Olive adalah anak kelas sebelah itu mengulurkan tangannya. “Ini.”

Olive mengernyit memperhatikan selembar kertas putih yang dipegang gadis di sampingnya itu, ia lalu menerimanya dengan sedikit ragu.

“Ini apa?” Olive kembali mengalihkan perhatianya pada gadis itu.

Gadis dengan rambut sebahu yang diberi jepit rambut di sebelah kiri itu mengendikkan bahunya.

“Gue nggak bisa kasih tau lo. Ya udah,  gue duluan, ya.” Pamitnya dan beranjak ke keluar.

Belum sempat Olive menanggapi, tapi anak itu sudah pergi, tangan Olive membolak balik lipatan kertas putih itu dan perlahan dibukanya.

Dahinya semakin mengerut dalam saat membaca sebuah kalimat yang ditulis dengan tinta hitam di bagian tengah kertas tersebut.

Temuin gue di taman belakang sekolah sekarang. Awas kalo lo nggak dateng!

Olive meremas kertas itu menjadi bulatan lalu memasukkannya ke dalam laci.

“Apaan, sih. Kurang kerjaan aja!” sewot Olive.

Gadis itu kembali memusatkan perhatiannya pada novel miliknya.

Tiba-tiba saja pikirannya kembali teringat pada kertas yang diberikan padanya beberapa saat yang lalu. Tangan kanannya merogoh ke dalam laci, mengambil bola kertas yang ia lempar tadi. 

Kedua tangan Olive membuka kembali kertas yang kini mulai lusuh, membaca kembali deretan tulisan itu.
Olive berdecak dan berdiri dari bangku yang tadinya ia duduki.

“Bikin orang susah aja, sih!” gerutu Olive melangkah keluar dari dalam kelas.

***

Gadis itu menelusuri koridor, rambutnya yang dikucir kuda bergerak ke kanan dan kiri saat dirinya melangkah lebar. Sebenarnya antara yakin dan tidak yakin.

Apakah ada orang yang membenci dirinya di sekolah ini? atau mungkin kakak kelasnya yang sok, yang ia temui saat awal masuk dulu?

Atau jangan-jangan Olive punya hutang yang belum dibayar dan sekarang orang itu menemuinya untuk menagih hutang?

Apa karena Olive menang lotre? Jadi sebentar lagi dirinya akan menerima hadiah.

Ah. Nggak mungkin. Ngaco batin Olive.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 18, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Vanolive [ NEW VERSION ] HIATUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang