Thirty Six

322 31 10
                                        

"Maaf, Changkyun."

Momo tahu yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar. Changkyun berhak tahu semua ini. Soal dia dan Kihyun. Namun ia malah mengabaikannya.

"Aku hanya tidak ingin kau terlibat." Momo menunduk.

"Bukan itu alasan yang ingin kudengar."

Momo masih bergeming. "Tentu saja aku akan terlibat. Kau tahu kau tidak pandai menyembunyikan sesuatu bukan?"

Momo mendongak dan menatap Changkyun. "Kumohon, Changkyun. Jangan memaksaku." Momo pun berbalik badan lalu hendak pergi. Namun Changkyun menariknya ke dalam dekapannya.

C-changkyun.

---

Malam itu Momo kembali ke rumahnya untuk mengambil beberapa barangnya yang tertinggal. Kemudian, ia menemukan sebuah buku tulis. Itu buku catatan Sains nya. Buku yang pernah dipinjam oleh Kihyun. Ia membuka buku tulis tersebut.

Senyuman itu muncul begitu saja begitu ia ingat bahwa yang ia tulis di buku itu adalah salinan nya dari buku catatan milik Kihyun. Saat Momo membuka lembaran terakhir. Ia melihat beberapa kalimat.

'Terima kasih sudah meminjamkan buku catatanmu, Momoring.'

DEG

Ya, Kihyun yang menulis kalimat tersebut. Momo kembali menyimpan catatan itu ke dalam lemari buku. Ia tidak mungkin membawa buku tersebut ke apartemen nya. Lalu, ia teringat sesuatu.

Kalung liontin.

Ia melepas kalung tersebut dan menyimpan nya di tempat yang sama.

"Momo! Sudah selesai?! Ayahmu akan mengantarmu ke apartemen!"

"Iya, bu! Tunggu sebentar!"

---

"Soonyoung? Ada apa?"

"Aku ingin memberikanmu undangan ini." Soonyoung memberikan sebuah undangan. "Undangan apa ini?"

"Itu undangan pernikahan adik dari Manajer."

"Oh, iya. Aku boleh mengajak teman kan?"

Soonyoung mengangguk.

---

"Kak. Kau ada waktu minggu ini?"

"Sepertinya ada. Memang kenapa?"

"Aku ingin mengajakmu pergi ke pesta pernikahan adik manajer restoranku."

"Kapan? Pukul berapa?"

"Lusa. Jam tujuh malam. Ah, tapi kak, Aku ingin membeli gaun. Besok kita pergi ke mall ya? Bagaimana?"

"Baiklah. Aku tunggu di taman kota jam sembilan pagi."

"Iya. Aku mengerti, kak!"

---

09.00 KST

Lelaki itu mengecek jam tangan nya lagi. "Kenapa belum datang juga."

"Kak! Maaf aku terlambat!"

Lelaki itu menoleh. "Ah, tidak apa-apa." ucapnya. "Tapi, jangan panggil aku seperti itu lagi. Kita ini sudah lulus dari sekolah, Momo."

Gadis berambut coklat gelap itu merangkul tangan si lelaki. "Anggap saja itu panggilan spesial dariku, kak Minhyuk." Momo tertawa dan menunjukkan gigi putih nya. Minhyuk tersenyum. "Ayo berangkat."

---

Momo dan Minhyuk berjalan menyusuri taman kota.

Minhyuk tidak bisa melenyapkan senyuman nya sejak tadi. Ia masih mencintai gadis di samping nya ini hingga kini. Selama ia berada di Kanada dua tahun lalu sejak kelulusannya, ia tidak bisa berhenti memikirkan Momo.

This Heart (MONSTWICE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang