Eighteen

294 32 1
                                        

"Momo!"

Aku menengok. Ah, ternyata Mina. "Ya?"

"Bisa kita pergi ke kelas bersama?"

"Tentu."

---

Di kelas...

Aku duduk di bangku. Begitupun Mina, ia duduk di bangku sebelahku.

"Kau sudah mengerjakan tugas?" tanyanya.

"Sudah." jawabku lemas.

"Kenapa? ada apa denganmu hari ini? Tidak biasanya."

Aku menghela napas. "Mina-ya.. kalau aku menceritakannya padamu, apa kau bisa menjaga nya sebagai rahasia?" tanyaku.

"Tentu saja. Ada apa?"

"Dua hari yang lalu.. Wonho menciumku."

"Astaga!"

"H-hey! jangan berisik." tuturku.

"Ah maaf, aku hanya terkejut. Lalu? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."

Baiklah, kurasa Mina benar-benar penasaran dengan semua ini.

"Aku hanya berpikir kalau Wonho juga menyukaiku. Tapi yah kau tahu. Orang bodoh mana yang mau mengira kalau itu terjadi." ucapku.

"Tidak mungkin dia mencium-mu tanpa alasan." kata Mina.

"Kenapa tidak kau tanya saja?" lanjutnya.

Aku menatapnya.

"Sejak kejadian kemarin, kau pikir aku berani bicara dengannya lagi? Rasanya pasti canggung sekali."

"Kau penasaran kan? Tanyakan saja. Lagipula kau hanya ingin tau alasannya. Tidak sulit kan."

Mina benar. Aku hanya ingin tau kenapa dia menciumku.

"Nanti akan kutanyakan padanya."

---

Author

Momo mencari Wonho dimana-mana, tapi tidak kelihatan juga. Lalu, ia baru teringat. Biasanya di hari senin ini Wonho berkumpul dengan teman-teman serta ketua klab basket di ruang olahraga. Ia pun bergegas kesana.

Ruang olahraga...

Momo membuka pintu ruang olahraga perlahan dan melihat ada sekumpulan orang di tempat duduk penonton.

Ah itu dia!

Momo berjalan mendekat ke arah sekumpulan orang itu. Salah satu dari mereka menengok dan melihat ke arah Momo. Dia Wonho. Wonho menghampiri Momo yang belum sempat sampai ke tempat perkumpulannya.

"Ada perlu apa kau kemari? Menemuiku?" tanya Wonho.

Momo mengangguk cepat.

"Sebenarnya... aku ingin bertanya. Kenapa saat itu kau... menciumku?" tanya Momo.

Wonho tertawa kecil. "Kau kemari hanya untuk menanyakan hal itu?"

Momo mengangguk lagi.

"Baiklah, begini. Aku sebenarnya kemarin ingin mengatakannya padamu. Tapi, tiba-tiba saja aku reflek menciummu. Aku terlalu gugup."

Momo menatapnya heran. Sebenarnya apa yang dimaksud Wonho? Apa benar Wonho menyukainya?

"Aku menyukaimu, Momo. Jadilah kekasihku."

Momo terkejut. Matanya membesar begitu Wonho mengucapkan kata-kata yang sebenarnya sangat ia inginkan dari mulut pria itu.

"W-wonho... A-aku.."

Momo terdiam.

"Momo? Hey Momo!"

.

.

.

TBC

Maapin author yawlo /bow 90 derajat/. Maapin author karna apdet nya very slow. Sibuk sama tugas tugas sekolah. Jadi ga kepikiran sama ini cerita. Inspirasi baru dateng lagi. Maapkeun. Makasih buat readers yang setia menunggu, cem nunggu doi peka /loncat ke jurang/. Minta vomen nya juseyo~ gomaptaa

This Heart (MONSTWICE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang