Thirty Seven

693 41 4
                                        

4 bulan kemudian

Kali ini Momo merencanakan acara reuni nya bersama Wonho dan Changkyun. Kihyun? Entahlah. Sepertinya dia benar-benar menuruti perkataan Momo. Hingga sekarang, tidak ada kabar apapun darinya.

"Kihyun hyung tidak ikut?" Changkyun bertanya begitu ia selesai menyeruput kopi miliknya. Momo menoleh.

"Kapan terakhir kali aku bilang padamu bahwa Kihyun tidak ada kabar sampai sekarang?"

"Kau yang memintanya pergi bukan? Sekarang dia sedang menuruti mu." Changkyun bersikap seolah tidak peduli dan mengaduk asal kopi nya.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian bertiga?" tanya Wonho.

"Kau tidak perlu tahu." ucap Momo.

Changkyun melihat Momo dan Wonho bergantian.

"Ah ya, kudengar kau akan menikah."

Ia mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Ah benar." Momo membenarkan posisi duduknya.

"Apa? Benarkah? Kapan?" Wonho bertanya pada Momo.

"Entahlah. Dia belum bertemu dengan orangtuaku." jawabnya.

Untunglah Changkyun mengganti topik pembicaraan nya. batin Momo.

Wonho menyeruput kopi hangat nya lagi. Keheningan terasa begitu lama. Di antara mereka bertiga tidak ada yang membuka topik baru.

Kemudian, ketiga nya menghela nafas. "Kalian ini kenapa?" tanya Momo. Changkyun dan Wonho melihat ke arah Momo. Dengan tatapan bingung yang sama. "Ayolah, kita tidak biasanya seperti ini."

"Sayang sekali si Kihyun bodoh itu tidak ada disini."

"Kihyun bodoh?"

Entah kenapa Momo merasa ucapan Wonho kali ini benar-benar serius.

"Dia sudah bersikap sombong padaku."

"Benarkah? Bagaimana bisa?"

"Mana ku tahu. Dia sudah cukup berubah belakangan ini."

Momo terdiam.

Apa dia berubah karnaku?

"Momo. Aku akan membantumu menyiapkan pernikahan nya." Changkyun memecah suasana itu. Suasana yang lumayan canggung.

"Ah ya, terima kasih Changkyun."

---

Momo berjalan menuju rumahnya. Yah, ia sedang merindukan ibunya dan terlebih lagi Joshua masih ada disana. Ia bisa melihat di depan rumahnya ada seseorang. Dari punggung nya pun Momo tahu itu siapa. Ia segera menghampirinya. Seorang tamu yang sedang berbicara dengan sang ibu.

"Permisi."

Lelaki itu menoleh. Dugaan Momo benar. Itu Hoseok.

"Hoseok? Ada apa kau kemari?"

"Begini, tadi dia bilang dia sedang membutuhkan satu orang mc lagi untuk acaranya." jawab sang ibu.

"Acara? acara apa?" tanya Momo.

"Acara perform ku dengan teman-temanku."

"Akan aku pikirkan. Berikan aku nomor ponselmu."

"Masih sama."

Momo mendongak menatap Hoseok. Ia terdiam.

---

Momo terdiam memandangi pesan-pesan yang pernah ia kirim ke nomor itu. Nomor Hoseok. Bagaimana dia tahu kalau Momo masih menyimpan nomor ponselnya?

This Heart (MONSTWICE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang