Chapter 23 : Hospital Everywhere

15 1 0
                                    

Hari ini adalah hari dimana mereka akan menjenguk sahabat-sahabatnya yang sedang berada di rumah sakit. Mereka masuk ke dalam mobil, dan mobilnya berlaju menuju London Bridge Hospital.

Sesampainya mereka di sana, mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam. Suasana di sana lumayan ramai dan banyak orang yang mengantri di tempat duduk untuk menunggu gilirannya. Mereka jalan menuju meja resepsionis dan berbaris untuk menunggu giliran mereka.

"Selamat sore, apakah ada yang bisa kubantu?"

"Iya, kami ingin menjenguk Ruby Freewood, Matthew Marvin, Mellisa Everest, Lau Chang, Maddison Heinz, dan Cole Corway," ujar Junka.

"Hmm... coba kulihat. Ruby, Matthew, Mel, Lau, Maddie, dan Cole..... oke. Kalian naik lift ke lantai 5, belok kanan dua kali, dan kamar mereka berenam berderetan dari kamar pertama yang ada di sebelah kanan."

"Oke, terima kasih."

"Sama-sama."

Mereka jalan menuju lift yang terletah di paling ujung lorong, masuk ke dalam, dan Junka menekan tombol lantai 5. Saat liftnya mulai naik, semuanya terdiam. Hanya terdengar sedikit suara mesin liftnya saja. Mereka merasa tidak terhibur hari ini. Yang mereka ingin lakukan adalah, menemui sahabat-sahabat mereka sekarang.

Dan iya, Elara, Harry, dan Jeremy mulai cukup dekat dengan semua sahabat Junka yang di luar negeri. Namun Jeremy, menggunakan kesempakatan itu untuk bisa bekerja sama dengan Alice.

Ding!

Mereka keluar dari lift dan pergi ke kamar Ruby terlebih dahulu.

Tok tok tok...

"Masuk!" jawab Ruby dari dalam. Junka membuka pintunya untuk melihat kedua orang tuanya dan kakaknya sedang duduk di atas sofa. Sedangkan Ruby sedang duduk di atas kasur sambil menonton tv.

"Hai guys! Aku kangen banget sama kalian!" ujar Ruby sambil membuka kedua tangannya. Menandakan sahabat-sahabatnya untuk memeluknya.

"Aww... kita juga!" jawab Junka, Mia, Rachel, dan Elara. Mereka berempat jalan menuju Ruby dan memeluknya pelan-pelan karena luka terlihat masih sedikit parah.

"Jadi, gimana lukamu? Masih parah?" tanya Richard sambil menghampiri Ruby bersamaan dengan Harry.

"Iya, tapi, kata dokter sebentar lagi juga nanti hilang. Tubuh aku juga udah lumayan baikan."

"Oh. Gimana dengan Matthew?"

"Sama kayak aku."

"Get well soon ya," ujar Harry.

"Thanks kak."

"Guys, aku sama Richard ke kamarnya Matthew ya. Kalian pergi ke kamarnya Mel sama Maddie aja."

"Oke."

"Eh, aku di sini ya, sama Ruby," jawab Elara.

"Iya."

Junka, Mia, dan Rachel keluar dari kamar Ruby dan jalan menuju kamar Mel yang letaknya hanya dua kamar dari kamar Ruby.

Tok tok tok...

"Masuk!" jawab Mel.

Rachel membuka pintunya untuk melihat Mel yang sedang duduk di atas ranjang sambil menonton anime di tv. Mereka bertiga masuk ke dalam dan menghampiri Mel.

"Yo what's up ma friend?" ucap Rachel.

"Hello eferibodih, hai vro!"

Mereka memeluk Mel pelan-pelan karena memar-memar dan luka bekas tembakannya yang masih terlihat jelas.

Common Fate ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang