Chapter 27 : Replacement

25 0 0
                                    

Keesokan harinya, para keluarga Akihabara pulang kembali ke London di pagi buta. Karena mereka akan sampai di sana pada hari minggu. Dan tentunya, mereka tidak ingin merasa lelah untuk keesokan harinya. Senin.

Sepanjang penerbangan itu, Junka hanya bisa mendengarkan lagu-lagu yang bisa menenangkannya sambil tertidur. Melupakan Richard? Tidak membantu. Curhat? Membantu sedikit. Junka ingin segera sampai di London untuk berbicara dengan Ronald secepatnya.

Namun, yang ada di kepalanya sekarang adalah,

Ashley.

Baru saja Ashley masuk di dalam hari pertama, sudah ada sebuah kesalah-pahaman. Lalu, dia teringat sebuah masa lalu.

***

"Richard, kenapa sih kamu sekarang dekat banget sama sih Junka itu?"

"Kan Junka itu sahabat aku, jadi ngak apa-apa dong kalau misalkan aku dekat sama dia."

"Iya, ngak apa-apa. Tetapi aku lihat, sekarang kamu mulai jarang main sama aku," ujar Ashley sambil mengsilangkan kedua tangannya.

"Itu karena kita ada proyek sekolah yang harus diselesaikan dalam waktu 3 bulan."

"Masa sih hanya gara-gara tugas sepanjang itu doang kamu ngak sempat main sama aku?"

"Kamu itu ngak tahu tugasnya kayak gimana."

"Udah, cukup! Aku ngak mau berbicara sama kamu lagi. Mulai dari saat ini, kamu bukan sahabatku lagi!"

"Jika itu yang kamu mau, aku akan pergi sekarang dan melupakanmu selamanya," ujar Richard. Ia pergi meninggalkan Ashley sendiri di kamarnya.

"Oh! Dan FYI, this is not the end."

Meskipun Richard masih bisa mendengarnya, tetapi ia tidak peduli untuk pergi kembali ke kamar itu lagi. Sedikit apakah mereka tahu, Junka telah mendengar percakapan mereka selama ini. Dengan kecerobohan Richard menekan kontak Junka di ponselnya, Junka bisa mendengar SELURUH percakapan mereka.

***

Ding!

"Selamat datang di London. Kami harap anda menikmati penerbangannya dan semoga anda memiliki hari yang indah."

Junka terbangun dari mimpi masa lalu itu dan melihat ke sekitarnya. Akhirnya mereka sudah sampai di London. Ia melihat melalui pintu kacanya untuk melihat langit yang masih tertidur di pagi buta ini.

Mereka turun dari pesawat dan masuk ke dalam bandara. Mereka mengambil koper-koper mereka dan keluar melalui pintu kedatangan. Dan muncul lah lagi, paparazi.

"Kak, emang paparazi ngak pernah tidur ya?" tanya Junka.

"Mungkin. Satu-satunya tugas mereka adalah untuk meng-update informasi-informasi terbaru para idola terkenal," jawab Vincent.

"Oh."

Terlihat mobil mereka sudah tiba di depan bandara. Mereka masuk ke dalam, dan mobilnya berlaju menuju rumah mereka.

***

"Mama, aku pergi ke cafénya sekarang ya," ujar Junka.

Common Fate ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang