Bergerak saat malam mulai lenyap,
Hilang bersama terbitnya fajar.
Lalu bersembunyi dikau dibalik payung subuh,
Bertakhta dengan cahaya fajar tiba.
Jika kemarin aku bersama senja,
Sudahkah kau hirup sunyinya subuh?
Menghela pada tenggelamnya malam,
Bergerak saat fajar tiba.
Subuh ini, mengatakan padaku jika ia pilu.
Bersama lenyapnya fajar,
Kembali mentari bersinar.
Ah. Kau juga pergi kala itu.
Meninggalkan kabut pagi yang hilang saat mentari tiba.
Aku masih berdiam.
Menunggu senja tiba.
Lalu, jika esok malam lenyap lagi dan fajar datang bersama subuh,
Kembalikah engkau bertakha bersama lembayung fajar?
Bersemayam saat subuh tiba,
Lalu lenyap bersama datangnya mentari.
Salam Hangat
Ken Auliya
KAMU SEDANG MEMBACA
Balada Syair Sunyi
PoetryKumpulan puisi amatiran yang absurd.. " Aku mencintaimu tanpa syarat, Seperti rumput yang terus tumbuh, tanpa sekalipun meminta syarat buat berhenti diinjak." _Tanpa Syarat_ " Jika lupa menjadikanku mempelainya, Semoga tak ia kembalikan ingat yang...
