Ini waktunya kembali.
Tapi ia datang lagi.
Senja di hari jum'at lalu,
Berbias saat lembayung menyapa.
Kala malam mulai menenggelamkan senja.
Jum'at, senja itu.
Menyapa lagi.
Kembali saat jum'at kutemui lagi.
Berbalik saja.
Tapi ia tetap mengikuti.
Dibalik senja jum'at lalu,
Saat detik menghampiri,
Kala kau berujar dalam mimpi
Dan saat aku terjaga dari imaji.
Berpendar rindu yang hangat menyapa.
Menelisik asa yang jatuh disanubari.
Hey,
Kenapa selalu saja senja?
Seolah apa yang kulalui berpendar pada senja.
Senja jum'at lalu,
Saat kau berbalik pergi
Dan aku berjalan bersinggungan,
Meski cuma detik yang tercipta,
Tanpa kata, dan berujung sunyi
Hanya sebuah langkah yang bertaut,
Tahukah?
Saat senja jum'at itu,
Setelah itu kala jum'at senja,
Berdiri aku ditepi jalan.
Menatap lembayung yang hampir ditelan malam
Dengan seberkas ingat tentang senja kala jum'at kau dan aku berjalan melawan arah.
Hanya ada detik
Juga sunyi
Tanpa kata
Tak ada sapa.
Hanya langkah yang terus berjalan.
Salam Hangat
Ken Auliya
21082017
KAMU SEDANG MEMBACA
Balada Syair Sunyi
PuisiKumpulan puisi amatiran yang absurd.. " Aku mencintaimu tanpa syarat, Seperti rumput yang terus tumbuh, tanpa sekalipun meminta syarat buat berhenti diinjak." _Tanpa Syarat_ " Jika lupa menjadikanku mempelainya, Semoga tak ia kembalikan ingat yang...
