Malam ini di New York. Anna sedang menemani Theo yang sedang tertidur di kamarnya. Mengusap-usap kepala Theo lembut dengan satu tangannya, Anna pun terpikirkan soal Trey. Apa yang sudah terjadi? Apakah ini adalah sebuah mimpi? Batinnya. Rasanya seperti sebuah mimpi ia bisa bertemu dengan Trey lagi. Bahkan, lelaki itu sudah mengetahui soal Theo. Apa yang akan terjadi setelah ini? Anna bahkan tak bisa menerkanya. Tak lama, terdengar suara ketukan pintu. Ketika Anna membukanya, Trey sudah berada di ambang pintu kamarnya.
"Ada apa, Trey?" tanya Anna.
"Apakah Theo sudah tidur?" tanya Trey sembari melirik ke arah tempat tidur.
"Ia sudah tidur. Apa yang kau inginkan?"
"Anna, jangan bicara seperti itu padaku," Trey lalu mendekatkan tubuhnya pada Anna, "Apakah kau tidak merindukanku?"
Anna diam, Trey mengunci mata Anna saat itu, "Tidak." Jawab Anna ketus.
"Aku tahu kau rindu padaku," ujar Trey, "Kau boleh katakan itu tapi tidak pada tubuhmu. Tubuhmu mengatakan hal lain, Anna. Aku bisa lihat itu." Saat Trey baru saja akan memegang tangan Anna, perempuan itu langsung saja menepisnya.
"Jangan sentuh aku, Trey!"
"Kenapa? Kau tak merindukan itu?"
"Trey! Ku bilang jangan sentuh aku! Kau bisa membangunkan Theo yang sedang tidur!" Seru Anna.
"Satu-satunya orang yang membuatnya terbangun adalah kau, Anna. Kecilkan suaramu." Trey lalu memundurkan tubuhnya satu langkah, "Kita akan pergi makan malam di restoran milikku, kau bersiaplah. Aku tunggu kau di lantai bawah."
"Apalagi maunya itu?!" Gerutu Anna dalam hati.
Beberapa saat kemudian, setelah Anna telah siap. Mereka kemudian pergi berdua menuju restoran ternama milik Trey. Anna berpakaian sangat cantik malam hari ini hingga membuat Trey terpesona. Ia bahkan tak bisa mengalihkan pandangannya dari Anna. Perempuan itu benar-benar sudah membuatnya menjadi gila!
Sesampainya disana, mereka langsung saja mendapatkan meja yang khusus. Meja itu begitu private, hingga tak ada siapapun yang bisa mengganggu. Semua makanan sudah tersedia di meja, Anna berpikir mungkin semua ini memang sudah Trey siapkan sebelumnya. Ia kemudian hanya duduk manis, sembari menatap mata Trey yang sedang duduk berhadapan dengannya. Seorang pelayan lalu datang untuk menuangkan bir pesanan Trey.
"Dante." panggil Trey.
"Ya, Boss?" Pelayan itu menjawab.
"Bersihkan seluruh lantai setelah ini, lantai yang kotor tidak bagus untuk bisnis! Kau mengerti?!" sentak Trey yang kemudian dijawab dengan anggukan.
"Baik, Boss. Permisi."
Seperginya pelayan itu dari sana, Trey pun mulai membuka topiknya pada Anna, "So, Anna. Ada satu hal yang harus kuberitahukan padamu."
"Soal apa, Trey?" tanya Anna sembari menyantap makan malam yang ada di depannya.
"Cepat atau lambat, kita harus menikah."
"Apa?!" pekik Anna, "Aku tak akan menikah denganmu, Trey."
"Suka atau tidak, kita tetap harus menikah, Anna. Theo harus sah menjadi anakku, itu salah satu cara untuk melindunginya dari semua musuhku diluar sana." Papar Trey, "Ada ribuan musuh diluar sana yang mengincar Theo. Tapi, dengan menjadikan dia anak sahku, semua anggota The Dragons akan melindunginya. Dan aku pikir semua orang akan berpikir dua kali melukai Theo karena dia adalah anak sahku."
"Aku tak akan menikah denganmu! Dan lagi, harus berapa kali aku tegaskan padamu? Theo tak akan pernah ikut campur soal The Dragons! Ia tak akan pernah menjadi bagian darimu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MR. GANG LEADER
RomanceMeet Trey Alexander, He's mafia gang leader. A billionaire, sexy, hot, and he's the most ruthless and heartless man in the world. Hidup Anna berubah saat ia bertemu dengan Trey. ©2017.
